Selasa, 5 Mei 2026 – 13:45 WIB
Jakarta, VIVA – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti bilang, dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61 persen secara year-on-year (yoy) di Kuartal I-2026, konsumsi Rumah Tangga masih jadi kontributor utama dengan andil sebesar 2,94 persen.
"Kinerja Konsumsi Rumah Tangga kuartal I-2026 terutama didorong sama meningkatnya mobilitas penduduk pas momen libur nasional dan hari besar keagamaan kayak Nyepi sama Idul Fitri," kata Amalia dalam telekonferensi, Selasa, 5 Mei 2026.
Ilustrasi belanja bulanan
Di sisi lain, konsumsi juga didukung sama beberapa kebijakan ngendaliin inflasi serta stimulus yang udah digelontorkan pemerintah. Contohnya kayak diskon tiket transportasi, kasih THR atau gaji ke-14, plus penetapan BI rate di level 4,75 persen.
Amalia merinci, pertumbuhan Konsumsi Rumah Tangga tertinggi terjadi di kelompok pengeluaran restoran dan hotel, yang tumbuh 7,38 persen. Menurutnya, hal ini sejalan sama meningkatnya kegiatan wisata selama periode liburan.
Selain Konsumsi Rumah Tangga, dia laporin kalo komponen lain yang juga dorong pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 dari sisi pengeluaran adalah Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB), yang tumbuh solid sebesar 5,96 persen. "Didorong sama investasi pemerintah, antara lain pembangunan terkait prioritas nasional dan investasi swasta," ujarnya.
Terus, Amalia juga laporin kalo Konsumsi Pemerintah tercatat tumbuh 21,81 persen, seiring meningkatnya realisasi belanja pegawai lewat pembayaran gaji ke-14 (THR). Hal ini juga didukung sama naiknya belanja barang dan jasa, terlebih lewat program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sementara dari sisi lapangan usaha, lima sektor yang kasih kontribusi paling besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal I-2026 antara lain Industri Pengolahan (19,07 persen), Perdagangan (13,28 persen), Pertanian (12,67 persen), Konstruksi (9,81 persen), dan Pertambangan (8,69 persen).
Sektor lain yang juga catet pertumbuhan tinggi misalnya akomodasi dan makan minum yang tumbuh 13,14 persen, didorong sama perluasan cakupan program MBG sama momen libur nasional.
"Kemudian sektor jasa lainnya tumbuh 9,91 persen, seiring meningkatnya perjalanan wisatawan nusantara dan kunjungan wisatawan mancanegara. Lalu sektor Transportasi dan Pergudangan tumbuh 8,04 persen, didukung oleh peningkatan mobilitas masyarakat," kata Amalia.
Setelah itu, lanjut Amalia, sektor Industri Pengolahan tercatat tumbuh 5,04 persen (yoy), didorong sama industri makanan dan minuman, industri barang logam, komputer, barang elektronik, optik dan peralatan listrik, serta industri kimia, farmasi, dan obat tradisional.
Halaman Selanjutnya
“Pertumbuhan sektor industri pengolahan utamanya ditopang sama meningkatnya permintaan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri,” ujarnya.