BRIN menawarkan inovasi berupa rubber crossing plate (RCP) untuk meningkatkan keselamatan di perlintasan kereta api. Teknologi ini dirancang menggantikan material konvensional seperti beton dan aspal.
Peneliti dari Pusat Riset Komposit dan Biomaterial BRIN, Ade Sholeh Hidayat, menjelaskan bahwa kecelakaan di perlintasan sebidang tidak hanya disebabkan faktor manusia, tetapi juga kondisi teknis yang kurang optimal. Misalnya, permukaan yang tidak rata, licin, dan getaran tinggi yang membuat kendaraan sulit dikendalikan.
"RCP menawarkan pendekatan baru yang lebih adaptif terhadap beban dinamis dan kondisi lingkungan ekstrem, sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu.
Timnya mengembangkan teknologi RCP yang siap diimplementasikan. Bahannya terbuat dari karet alam yang dicampur dengan aditif compatibilizer dan pengisi khusus. Kombinasi ini menghasilkan plat penyeberangan yang elastis, mampu menyerap getaran, tahan beban statis dan dinamis, serta kuat terhadap cuaca ekstrem, korosi, dan keausan.
Permukaan RCP yang presisi dan anti-selip menciptakan lintasan yang lebih rata dan stabil. Ini mengurangi risiko kendaraan tergelincir atau tersangkut di rel. Selain itu, kemampuannya meredam getaran meningkatkan stabilitas kendaraan dan mengurangi kebisingan di sekitar.
Hidayat mengatakan, "RCP dikembangkan melalui rekayasa komposit elastomer dan mineral dengan rasio campuran karet dan aditif yang optimal. Produk ini sudah melalui berbagai uji, seperti uji beban statis, fatik, getaran, kebisingan, dan ketahanan lingkungan seperti paparan UV, air, serta suhu ekstrem."
Teknologi ini dinilai strategis karena mendukung hilirisasi karet alam Indonesia dan mengurangi ketergantungan pada bahan impor. Pemanfaatan limbah mineral sebagai bahan pengisi juga mendukung prinsip ekonomi sirkular dan target dekarbonisasi sektor transportasi.
Jika diadopsi secara luas oleh operator kereta api PT Kereta Api Indonesia, teknologi RCP bisa menjadi standar baru infrastruktur perlintasan sebidang di Indonesia.
"Infrastruktur yang lebih elastis, tahan lama, dan aman ini signifikan mengurangi risiko kecelakaan serta meningkatkan kenyamanan pengguna jalan," pungkasnya.
Berita terkait: Lawmaker urges double-double track acceleration after train crash
Berita terkait: Lawan mengusulkan akselerasi double-double track pasca kecelakaan kereta
Berita terkait: KAI jual lebih dari 142.000 tiket untuk libur panjang
Penerjemah: Sean Filo M, Resinta Sulistiyandari
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026