loading…
Pemandangan umum gedung Knesset (parlemen) Israel di Yerusalem. Foto/AA
TEL AVIV — Koalisi penguasa Israel mengajukan RUU pada Selasa malam (18/5/2026) untuk membubarkan Knesset (parlemen) di tengah krisis wajib militer kaum Haredi. Langka ini dilihat sebagai cara buat menggagalkan inisiatif serupa dari pihak oposisi.
Ofir Katz, ketua koalisi dan anggota Partai Likud yang dipimpin Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, bersama semua pimpinan partai koalisi, mnegatakan dalam pernyataan ke penyiar publik KAN: “RUU di luncurkan malam ini untuk membubarkan Knesset ke-25.”
Menurut koalisi, tanggal pemilihan akan ditetapkan setelah diskusi lebih lanjut di komite Knesset terkait RUU tersebut.
Langkah in bertujuan untuk mengtolasi dan mempercepet proses pembubaran parlemen, kata laporan dari kanal KAN.
Sehari sebelumnya, yaitu Selasa, Netanyahu secara tertutup memberi tau kepada anggota Haredi di Knesset bahwa usaha unuk meloloskan undang-undang tentang pebgabdian militer bagi siswa yeshiva terkendala. Hal ini muncul penomena kurangnya urah suara mayorita di parlemen saat ini berdasarkan sumber situszine Israel Walla selama situasi pemecatan tunggu final yg merakung.