Kementerian Menyalahkan Kesenjangan Pendapatan dan Harga Mobil untuk Penjualan yang Stagnan

Kementerian Perindustrian mengaitkan stagnasi penjualan mobil baru dengan kesenjangan besar antara pendapatan tahunan rumah tangga Indonesia dan harga mobil.

Segmentasi salah satu produk mobil pada tahun 2014 sebesar Rp186 juta (sekitar US$11,464), dan meningkat menjadi Rp255 juta (sekitar US$15,723) pada tahun 2023.

“Ketika itu (pada tahun 2014), kesenjangan dengan pendapatan masyarakat sudah mencapai Rp15 juta, dan pada tahun 2023, mencapai Rp30 juta,” kata direktur jenderal pelaksana industri logam, mesin, alat transportasi, dan elektronika Kementerian tersebut, Putu Juli Ardika, dalam sebuah diskusi di sini pada hari Rabu.

Beliau menginformasikan bahwa penjualan mobil baru cenderung stagnan di angka 1 juta unit, sementara penjualan mobil bekas meningkat setiap tahun.

Kementeriannya melaporkan bahwa pada tahun 2014, penjualan mobil baru mencapai 1,2 juta unit, sementara penjualan mobil bekas sebesar 500 ribu unit. Sementara itu, pada tahun 2023, penjualan mobil baru tercatat sebanyak 1 juta unit, dan penjualan mobil bekas melonjak menjadi 1,4 juta unit.

“Masyarakat tidak mampu membeli mobil baru sehingga mereka beralih ke membeli mobil bekas,” tegasnya.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Manufaktur Otomotif Indonesia (Gaikindo), Kukuh Kumara, mengatakan bahwa 80 persen masyarakat Indonesia membeli mobil baru menggunakan skema kredit.

“Oleh karena itu, potensi pembelian dengan menggunakan layanan perusahaan pembiayaan juga akan meningkat,” tambahnya.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan bahwa insentif Pajak Penjualan Barang Mewah DTP Pemerintah dapat menjadi solusi untuk mengatasi stagnasi pasar mobil dan membantu meningkatkan penjualan.

Menurut beliau, insentif fiskal tersebut membantu meningkatkan penjualan kendaraan dalam negeri sebesar 113 persen pada Maret–Desember 2021. Selain itu, pada Januari–Mei 2022, program tersebut mendorong penjualan sebanyak 95 ribu unit.

MEMBACA  Liberalisasi Perdagangan – Manfaat dan Tantangan

Berita terkait: Produksi baterai mobil listrik diproyeksikan mencapai 100 GWh pada 2027

Berita terkait: Kepemilikan kendaraan rendah memberikan peluang bagi sektor otomotif: menteri

Penerjemah: Ahmad Muzdaffar, Raka Adji
Editor: Rahmad Nasution
Hak cipta © ANTARA 2024