Revisi P2SK Disahkan, OJK Pastikan Pungutan Sektor Jasa Keuangan Tetap Efektif

Jumat, 5 Juni 202 – 22:42 WIB

Jakarta, VIVA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan kalau usulan pendanaan yang berasal dari sanguplus Bank Indonesia (BI) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) gak disetujui dalam pembahasan akhir revisi UU P2SK. Makanya, pungutan terhadap industri jasa keuangan tetap berlaku.

Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Hernawan Bekti Sasongko, ngomongin hal ini di konferensi pers hasil RDKB Mei 2026 di Jakarta, Jumat, 5 Juni 2026.

“Soal sumber pendanaan OJK dengan mandat barunya, benar deh kalo skema sumber pendanaan OJK sekarang tetap jalan sebagaimana mandiri dari pungutan sektor jasa keuangan dan dukungan APBN sesuai yang diatur UU P2SK sekarang,” katanya.

Hernawan ngegas kalo OJK bakal jalanin mandat yang dikasih lewat revisi UU tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) secara efektif, profesional, dan akuntabel.

“Mengenai dukungan infrastruktur, termasuk aanggran, emang bener merupakan konsekuensi logis dari lahirnya mandat baru. Dengan gitu, kami juga yakin ini bakal jadi concern bareng buat wujudin pelaksanaan aturan dan pengawasan yang berkualitas guna dukung kepentingan publik dan ekosistem di industri keuangan,” ungkapnya.

Soal wewenang DPR buat evaluasi kinerja OJK, Hernawan jelasin kalo mekanisme ini udah diatur dalam ketentuan yang berlaku sekarang. OJK wajib ngirim laporan kinerja kelembagaan tertulis ke Presiden dan DPR, yang nantinya dievaluasi DPR sebagai bahan penilaian tahunan buat kinerja anggota dewan komisioner dan OJK secara kelembagaan.

“Makanya, evaluasi kinerja pimpinan OJK udah inherent, artinya udah jadi bagian dari kerangka akuntabilitas OJK yang udah berlaku. Jadi tetap akan kita lakukan buat proses pelaporannya,” katanya.

Terkait penambahan tugas OJK, salah satunya atur dan awasi bursa mineral dan komoditas strategis, Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, bilang pihaknya berkomitmen penuh jalanin amanah dan kepercayaan yang dikasih pemerintah beserta DPR lewat perubahan UU P2SK.

MEMBACA  Keputusan Rapat Kreditur: PT Sritex Tidak Dilanjutkan Beroperasi, Aset akan Dilelang.

Menurut dia, hal ini sebagai bagian dari upaya perkuat dan jaga stabilitas sektor keuangan Indonesia.

Halaman Selanjutnya

“Dalam pelaksanaannya, kata Friderica, OJK bakal terus jalanin fungsi pengaturan, pengawasan, sama perlindungan konsumen dan masyarakat secara rofesional, prudent, dan akuntabel.”

Tinggalkan komentar