Sabtu, 18 April 2026 – 00:17 WIB
Antalya, VIVA – Wakil Menteri Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh menyatakan Teheran menolak gencatan senjata yang bersifat sementara. Pemerintah Iran berupaya mengakhiri perang di seluruh wilayah Timur Tengah.
Kemlu RI Ungkap Progres Pembebasan Dua Kapal Pertamina yang Tertahan di Teluk Persia
Dalam pidatonya di Forum Diplomasi Antalya, Jumat 17 April, Khatibzadeh mengatakan setiap gencatan senjata harus mencakup semua zona konflik “dari Lebanon sampai Laut Merah”.
“Kami tidak menerima gencatan senjata yang sementara,” ujarnya.
Pemimpin Negara Teluk Sebut Perundingan Damai AS-Iran Butuh Waktu 6 Bulan
Dia menegaskan bahwa lingkaran konflik “harus diselesaikan untuk selamanya”, dan menyebut mediasi dari Pakistan berusaha mencapai tujuan itu. Soal Selat Hormuz, dia bilang jalur laut itu secara sejarah selalu terbuka dan dapat diakses, walaupun terletak di wilayah Iran.
Imbas Konflik Iran, AS Kekurangan Senjata hingga Tunda Kiriman ke Eropa
Khatibzadeh menuduh AS dan Israel menyebabkan ketidakstabilan di kawasan, dan mengatakan aksi mereka berdampak buruk untuk perdagangan global dan ekonomi dunia. Ia mengatakan Iran tetap berkomitmen menjaga Selat Hormuz tetap terbuka, tapi pengaturan baru mungkin diperlukan mempertimbangkan faktor keamanan dan lingkungan.
Dia menyatakan bahwa penyelesaian permanen atas konflik akan menjamin Selat Hormuz tetap jadi jalur aman untuk perdagangan global. Kepala Angkatan Darat Pakistan, Jenderal Asim Munir, sudah berada di Teheran sejak Rabu 15 April. Dia bertemu beberapa pejabat Iran, termasuk Presiden Masoud Pezeshkian, Ketua Parlemen Mohammad Bagher Qalibaf, dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.
Munir juga mengadakan pembicaraan dengan pejabat militer senior Iran sebagai bagian dari usaha mediasi untuk mengakhiri konflik. Pada 8 April, Pakistan menjadi tuan rumah perundingan Iran-AS, yang menghasilkan kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu—setelah serangan militer AS dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu. (Ant)
IEA Ungkap Dampak Perang Iran: Butuh 2 Tahun Produksi Minyak di Kawasan Teluk Pulih
Kepala IEA Fatih Birol memperingatkan pemulihan produksi minyak dan gas di Timur Tengah tidak akan cepat, meskipun jalur pelayaran di Selat Hormuz sudah dibuka kembali.
VIVA.co.id
17 April 2026