Indonesia Dorong Penguasaan Keterampilan 4.0 untuk Perkuat Tenaga Kerja Manufaktur

Pemerintah sekarang lagi fokus buat ningkatin kompetensi pekerja industri menuju skill Industry 4.0, yang jadi pondasi utama buat perkuat sektor manufaktur nasional.

Dalam keterangan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada Jumat (1/5) dalam rangka Hari Buruh Internasional 2026, dia bilang ngembangin pekerja industri yang adaptif, produktif, dan punya daya saing tinggi itu kunci buat jaga momentum pertumbuhan sektor manufaktur di tengah krisis global.

Makanya, Agus negosin lagi komitmennya buat hasilin dan ngembangin pekerja industri yang kompeten supaya bisa ngedukung kinerja industri pengolahan dan ngasih kontribuksi besar ke pertumbuhan ekonomi nasional.

“Industri manufaktur konsisten jadi penggerak utama ekonomi nasional. Jadi, kami harus terus percepat sola peningkatan kompetensi pekerja lewat pendidikan vokasi, pelatihan berbasis industri, dan kuasai teknologi digital,” jelas Menteri Agus.

Targetnya ningkatin kompetensi pekerja ke arah Industry 4.0, kementrian udah ngeterin program pendidikan vokasi dan pelatihan di 11 politeknik, dua akademi komunitas, dan sembilan SMK di seluruh Indonesia.

Tahun 2025, unit pendidikan vokasi dari kementrian ni hasilin 5.472 lulusan dengan kompetensi yang dibutuhin industri manufaktur. Sementara itu, pendaftaran Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS) masih kebuka buat rekrut SDM berkualitas secara terus menerus.

Soal pelatihan, pemerintah jalani program pengembangan di tujuh Balai Diklat Industri (BDI), termasuk skilling, reskilling, dan upskilling. Tahun lalu, ada 1.362 orang yang dilatih, dikasih sertifikat, dan penempatan kerja lewat program-program itu.

Kementerian Perindustrian juga aktif dukung Program Magang Nasional dengan bantuin 3.969 calon pekerja di berbagai perusahaaan dan instansi industri.

Terus, program inkubator bisnis BDI berhasil kembangkan 37 tenant, yang rekrut 212 pekerja baru, dengan omzet total Rp11,5 miliar (setara US$663.274).

MEMBACA  Keterampilan AI dalam profesi non-teknis ini datang dengan kenaikan gaji yang besar

Sejalan sama implementasi Making Indonesia 4.0, pemerintah nyediain pelatihan berbasis Industry 4.0 dan bantuan pendampingan transformasi digital buat para pelaku industri.

“Ngomongin era transformasi digital, kementrian kita diterapin program reskilling dan upskilling untuk pekerja industri secara aktif. Upaya ni biar angkatan kerja Indonesia mampu beradaptasi sama perkembangan teknologi, termasuk otomatisasi, digitalisasi proses produksi, dan penerapan industri 4.0,” tambah Agus.

Berdasar data pemerintah, tenaga kerja di sektor industri pengolahan non migas Indonesia terus naik, dari 15,49 juta orang di 2015 jadi 20,26 juta orang per Agustus 2025—ini jadi level tertinggi sepanjang periode pantauan.

Capaian ni nunjukkin peran strategis industri sebagai penyedia lapangan kerja dan pilar stabilitas ekonomi nasional e, juga ngerefleksikan ketahanan dan daya kompetisi manufaktur di Indonesia.

Pas peringatan May Day tahun ni, Agus ngasih apresiasi juga buat para buruh industri.

“Saya ngucapin terima kasih dan apresiasi setinngi-tinginya ke seluruh pekerja industri di Indonesia. Kalian adalan tulang punggung industri nasionaleee. Terus tingkatkan kompetensi, jaga etos kerja, dan mentapsisrilah sama perubahan biar industri kita jadi lebih kuat dan kompetitifa di kancah global,” serunya.

Tinggalkan komentar