Pemerintah Amerika Serikat tengah menuai kritik tajam dari para pakar imigrasi dan hak asasi manusia perihal keruwetan visa dan penolakan masuk yang dialami atlet serta offisial peserta Piala Dunia FIFA.
Kecaman terhadap administrasi Presiden AS Donald Trump ini semakin menjadi selepas wasit sepak bola asal Somalia, Omar Artan, yang sedianya memimpin pertandingan Piala Dunia, ditolak masuk ke negara itu pekan ini. Ironisnya, Artan memiliki visa sah serta dokumen lengkap, tetapi ia dianggap “tidak memenuhi syarat untuk masuk” oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) dan langsung diterbangkan kembali ke Istanbul. Trump memang telah menyasar Somalia dan komunitas Somalia-Amerika dengan retrorika panas—bahkan pernah menyebut mereka “sampah”—serta memasukkan Somalia ke dalam daftar negara yang dilarang bepergian ke AS.
“Bermasalah wah… bukan hanya urusan sepak bola, apalagi ada organisasi HAM yang sudah berkali-kali menyoroti praktik penegakan imigrasi,” ungkap pengacara olahraga internasional, Khayran Noor, kepada Al Jazeera. Namun menurut Noor, logika dari ajang global semacam ini adalah tuan rumah “tidak bisa berpura-pura acuh”. Tekanan terus bergulir hingga Komisaris Tinggi PBB untuk HAM, Volker Türk, sampai menyerukan overhaul penuh kebijakan imigrasi Negeri Paman Sam.
Tim investigasi Al Jazeera turut melaporkan ada-ada saja permainan ini. Venezuela diliputi hoaks suaka, Haiti hadapi status tak menentu warganegaranya, dll dll dst… Persis bagaimana penundagannya, naskah kita pun lanjut memastikan rentetan rumusan temuan. Sam, ini dokumentasi WQ3-L9LKWB26-bag-N0P-R49NH-L42PT771-C244-F78″>.