Saat orang tercinta meninggal, ini tagihan yang harus segera dibayar, yang bisa ditunda, dan yang mungkin tidak perlu kamu sentuh selamanya.

Ketika orang yang kita cintai meninggal, bukan cuma kesedihan yang datang. Tagihan juga terus berdatangan.

Tagihan hipotek, listrik, rumah sakit, dan kartu kredit tidak hilang begitu saja karena seseorang sudah meninggal. Dalam banyak kasus, kreditor mulai menghubungi keluarga jauh sebelum mereka punya waktu untuk berduka. Ini bikin tekanan buat segera bayar tagihan, apalagi buat orang yang selama hidupnya selalu membayar pas tagihan datang.

Harus Baca

Tapi ahli waris bilang, naluri kayak gitu bisa berbahaya. Masa setelah kematian adalah salah satu waktu langka di mana bayar tagihan begitu datang mungkin bukan langkah keuangan yang pintar. Kadang, keluarga akhirnya bayar utang yang sebenarnya bukan tanggung jawab mereka. Di situasi lain, mereka bisa mengganggu proses hukum yang menentukan kreditor mana yang harus dibayar duluan.

“Ada kesempatan untuk negosiasi,” kata Delaney Haley, seorang penasihat kepercayaan dan fidusia bersertifikat, kepada USA Today (1). Kuncinya, menurut dia, adalah jangan terburu-buru bertindak sebelum paham aset, utang, dan kewajiban apa yang sebenarnya ada.

Kebanyakan utang tidak pindah ke keluarga yang masih hidup

Salah satu hal yang paling bikin bingung setelah kematian adalah siapa yang bertanggung jawab atas utang orang yang meninggal. Banyak keluarga mengira, kalau orang tua, pasangan, atau saudara punya utang, otomatis jadi tanggungan mereka.

Di sebagian besar kasus, itu tidak benar. Menurut Consumer Financial Protection Bureau (2), keluarga yang masih hidup biasanya tidak bertanggung jawab secara pribadi atas utang almarhum, kecuali mereka turut menandatangani atau punya rekening bersama. Kreditor biasanya minta bayaran dari harta warisan, yaitu uang dan properti yang ditinggalkan.

Ini perbedaan penting: kreditor yang sah punya hak untuk menagih dari warisan, tapi keluarga harus hati-hati sebelum langsung mengaku bertanggung jawab.

MEMBACA  19 hal yang dilakukan Trump dan timnya minggu ini

Masalahnya bisa besar. Menurut Federal Reserve Bank of New York, orang Amerika punya total utang kartu kredit lebih dari $1,25 triliun (3), dan utang rumah sakit masih jadi beban keuangan yang umum.

Cerita berlanjut

Baca Juga: BlackRock memperingatkan bahwa membeli dan menyimpan S&P 500 saja tidak cukup untuk pensiun — ini alasannya

Kenapa beberapa tagihan harus ditunda

Tidak semua tagihan diperlakukan sama saat seseorang meninggal. Hukum waris biasanya punya urutan yang menentukan tagihan mana yang harus dibayar duluan.

Biaya untuk menjaga atau mengurus warisan, plus biaya pemakaman, biasanya dibayar lebih awal. Utang dengan jaminan seperti hipotek dan pinjaman mobil diperlakukan berbeda karena ada barangnya, sementara utang tanpa jaminan seperti kartu kredit biasanya lebih rendah prioritasnya.

Urutan ini jadi alasan kenapa ahli menyarankan jangan langsung bayar semua tagihan. Kalau ahli waris bayar utang yang rendah prioritas dan ternyata uangnya tidak cukup untuk yang lebih penting, bisa timbul masalah hukum dan keuangan.

“Hal tersulit adalah menunggu, ambil napas dalam-dalam, dan catat apa yang ada,” kata ahli waris Chase MacLeod. Sebelum bayar apa pun selain kebutuhan pokok, keluarga harus cari tahu aset yang ada, utang yang harus dibayar, dan apakah warisan cukup untuk menutupinya kok.

Negosiasi mungkin bisa dilakukan

Penerbit kartu kredit, rumah sakit, dan agen penagih sering tahu kalau warisan mungkin punya aset terbatas. Karena kreditor tanpa jaminan biasanya dibayar belakangan, mereka kadang mau terima pembayaran yang lebih kecil daripada risiko tidak dapat apa-apa (4).

Pajak biasanya kurang fleksibel, dan tagihan pemerintah sering dapat prioritas dalam hukum waris. Meski begitu, ahli bilang penting untuk paham gambaran keuangan warisan sebelum melakukan pembayaran besar.

MEMBACA  Seruan Donald Trump untuk Selidiki Bill Clinton dan JPMorgan Tautan ke Epstein

Kalau Anda mengurus urusan orang yang sudah meninggal, kumpulkan catatan keuangan, identifikasi aset, dan tentukan siapa yang punya wewenang hukum. Anda harus tetap bayar kebutuhan penting seperti hipotek, pajak properti, asuransi, dan listrik yang melindungi aset warisan.

Penting juga mencatat semuanya. Simpan catatan detail setiap pembayaran dan komunikasi, minta kreditor memberikan klaim secara tertulis, dan jangan asumsikan Anda bertanggung jawab pribadi kecuali Anda turut menandatangani. Kalau ragu, konsultasi dengan pengacara waris sebelum bayar utang besar (5).

Anda Mungkin Juga Suka

Bergabung dengan 250.000+ pembaca dan dapatkan cerita terbaik Moneywise serta wawancara eksklusif duluan — wawasan jelas yang dikurasi dan dikirim mingguan. Berlangganan sekarang.

Sumber Artikel: Kami hanya mengandalkan sumber terpercaya. Untuk detailnya, lihat etika dan panduan kami.

USA Today (1); Consumer Financial Protection Bureau (2); CNBC (3); Experian (4); American Bar Association (5).

Artikel ini aslinya muncul di Moneywise.com dengan judul: Ketika orang yang dicintai meninggal, ini tagihan yang harus segera dibayar, yang bisa ditunda, dan yang mungkin tidak perlu disentuh

Artikel ini cuma memberikan informasi dan tidak bisa dianggap sebagai saran. Disediakan tanpa jaminan apa pun.

Tinggalkan komentar