Anggota DPR Minta Kasus Kematian Prada Lucky Diselidiki Tuntas, Pelaku Harus Dihukum Maksimal! Note: The text is visually optimized with proper spacing and punctuation while maintaining the original meaning in Indonesian.

Jumat, 8 Agustus 2025 – 13:22 WIB

Jakarta, VIVA – Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKB, Oleh Soleh, sangat mengecam insiden kematian Prada Lucky Chepril Saputra Namo yang diduga tewas karena penganiayaan oleh seniornya sesama prajurit TNI di Asrama Teritorial Pembangunan 834 Wakanga, Mere, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Oleh Soleh mendesak TNI untuk menyelidiki kasus ini secara transparan dan menghukum berat pelakunya. "Tidak boleh ada yang ditutupi. Penyidikan harus dilakukan terbuka," katanya.

"Ini sangat memprihatinkan. Pelaku harus diadili. Kekerasan di TNI tidak boleh terjadi lagi," ujar Oleh Soleh dalam pernyataannya, Jumat, 8 Agustus 2025.

Menurut legislator dari dapil Jawa Barat XI, kejadian ini tidak hanya melanggar hukum tapi juga merusak citra TNI. "Kematian Prada Lucky membuat TNI AD tercemar namanya," tegasnya.

"TNI penjaga kedaulatan. Disiplin harus jadi kekuatan positif, bukan untuk kekerasan," tambahnya.

Polisi militer diminta bergerak cepat mengungkap kasus ini. "Pelaku harus diadili. Keluarga korban berhak mendapat keadilan," kata Oleh Soleh.

Ia juga meminta Panglima TNI memastikan budaya kekerasan di asrama diberantas. "Perlu perbaikan sistem pembinaan prajurit agar kejadian seperti ini tidak terulang," pungkasnya.

Baca Juga:
Anggota Densus 88 Diduga Diculik dan Dianiaya, Siapa Pelakunya?
Jenazah Anaknya Tidak Diautopsi karena Tak Ada Dokter Forensik, Ayah Prada Lucky Ngamuk
TNI Bakal Punya 6 Kodam Baru, Ini Daftarnya

Prada Lucky Tewas Diduga Dianiaya Senior, Kodam Udayana Buka Suara
Prajurit TNI AD Prada Lucky Chepril Saputra Namo diduga meninggal karena dianiaya seniornya.
VIVA.co.id | 8 Agustus 2025

MEMBACA  Jenderal Rusia Diamankan karena Diduga Terlibat dalam Kegiatan Kriminal