Anggaran MBG Dipangkas Rp67 Triliun di APBN 2026

Pemerintah sedang mencari cara terbaik untuk melakukan penghematan tanpa mengganggu efektifitas program makan di sekolah. Itu yang paling penting.

Jakarta (ANTARA) – Pemerintah telah memotong anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam APBN 2026 dari Rp335 triliun (USD18,4 miliar) menjadi Rp268 triliun (USD14,7 miliar).

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, dalam konferensi pers pada hari Selasa, mengatakan keputusan ini mengikuti instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan dana MBG.

Per tanggal 30 April, pencairan anggaran telah mencapai Rp75 triliun (USD4,1 miliar), yang bermanfaat bagi 61,96 juta penerima dan mendukung 27.952 Unit Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), atau dapur MBG.

“Belanja MBG sudah mencapai Rp75 triliun, setara dengan 22,4 persen dari alokasi Rp335 triliun. Namun, anggarannya tidak akan tetap di Rp335 triliun. Akan ada penghematan tertentu sesuai instruksi Presiden agar dana Badan Gizi Nasional (BGN) dapat digunakan lebih efektif dan efsien,” kata Purbaya.

Dia juga mengisyaratkan kemungkinan pemotongan anggaran lebih lanjut untuk program MBG, meskipun dia tidak memberikan rincian tambahan.

Menurut Purbaya, Presiden saat ini sedang meningkatkan baik pengelolaan program MBG maupun efisiensi belanja BGN.

“Presiden sedang merumuskan cara terbaik untuk mencapai penghematan tanpa mengganggu efektifitas program makan di sekolah. Itu yang paling penting,” tambahnya.

Sementara itu, belanja negara melonjak 34,3 persen menjadi Rp1.082,8 triliun (USD59,6 miliar), setara dengan 28,2 persen dari target APBN 2026 sebesar Rp3.842,7 triliun (USD211,5 miliar).

Belanja pemerintah pusat naik 51,1 persen menjadi Rp826 triliun (USD45,4 miliar), yang menurut Purbaya mencerminkan strategi pemerintah untuk mendist refurbish belanja lebih merata sepanjang tahun.

Belanja kementerian dan lembaga meningkat 57,9 persen menjadi Rp400,5 triliun (USD22 miliar), sementara belanja non-kementerian/lembaga naik sebesar Rp45,2 triliun (USD2,4 miliar) menjadi Rp425,5 triliun (USD23,4 miliar).

MEMBACA  Pekerjaan USAID Dipangkas dari 10.000 Menjadi Kurang dari 300 saat DOGE Elon Musk Menghancurkan Badan tersebut

Di sisi peneriman, pendapatan negara tumbuh 13,3 persen menjadi Rp918,4 triliun (USD50,5 miliar), menghasilkan defisir anggaran negara sebesar 0,64 persen dari produk domestik bruto (PDB), atau Rp164,4 triliun (USD9 miliar), per 30 April 2026.

Baca juga: Presiden Prabowo sebut program MBG tingkatkan ekonomi desa
Baca juga: Pemerintah Indonesia sebut 57.600 UMKM dukung program MBG

Penerjemah: Imamatul Silfia, Resinta Sulistiyandari
Penyunting: M Razi Rahman
Hak cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar