Keluarga dan warga Palestina berduka untuk pengelola layar tayang Piala Dunia di Gaza yang tewas akibat serangan Israel

Sebuah inisiatif dibuat untuk memberikan keluarga, khususnya anak-anak, kesempatan sejenak melupakan kenyataan perang yang keras.

Pertandingan tim Mesir menarik perhatian banyak penonton. Ini menunjukkan betapa populernya tim ini di kalangan warga Palestina di Gaza, yang sejak lama memiliki ikatan budaya, emosional, dan politik dengan negara tetangga mereka.

Video yang menunjukkan anak-anak dan keluarga berkumpul di sekitar layar raksasa di antara bangunan-bangunan yang hancur tersebar luas di media sosial. Ini menjadi momen perayaan yang langka di tengah konflik.

Nasib tragis menimpa Al-Wahidi hanya beberapa jam sebelum salah satu pemutaran pertandingan itu, yaitu babak 16 besar Mesir melawan Argentina. Peristiwa ini semakin menambah kesedihan yang dirasakan banyak warga Palestina.

“Ia bukan sekadar pekerja sosial di sebuah komite kemanusiaan,” tulis aktivis Mohammed Hmeid, yang mendokumentasikan pekerjaan Al-Wahidi. “Ia adalah pintu harapan yang setiap hari terbuka bagi para pengungsi dan mereka yang kehilangan segalanya.”

“Semua orang yang mengenalnya selalu bercerita tentang kebaikan, integritas, dan kemurahan hatinya,” tambahnya.

“Di Gaza, bahkan mereka yang mengabdikan hidup untuk menolong orang lain pun tak luput dari bahaya. Namun, perbuatan baik tidak bisa dibunuh. Ia akan terus hiudup di hati orang-orang.”

Kematian Al-Wahidi terjadi di saat para pekerja kemanusiaan di Gaza masih menghadapi risiko besar.

Hingga akhir April, PBB mencatat setidaknya 593 pekerja kemanusiaan tewas sejak perang ini dimulai. Angka itu termasuk delapan orang yang tewas setelah gencatan senjata 10 bulan lalu disepakati Israel dan Hamas.

Militer Israel melancarkan kampanye militer di Gaza sebagai respons atas serangan luar biasa pimpinan Hamas di Israel selatan pada 7 Oktober 2023. Saat itu, sekitar 1200 orang tewas dan 251 orang dibawa sebagai sandera.

MEMBACA  Terapi ChatGPT: Warga Lebanon Beralih ke Kecerdasan Buatan untuk Dukungan Kesehatan Mental

Setidaknya 73.118 orang telah tewas dalam serangan Israel di Gaza sejak saat itu, menurut Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas. Angka tersebut dianggap akurat oleh PBB.

Tinggalkan komentar