Pesawat Luar Angkasa NASA New Horizons Bangun dari Tidur Panjang, Siap Jelajahi Wilayah Baru di Luar Pluto

NASA mengatakan pesawat ruang angkasa New Horizons baru saja bangun sendiri setelah tidur selama 321 hari. Ini adalah tidur terpanjang yang pernah dilakukan pesawat itu. Awak penerbangan di Laboratorium Fisika Terapan Johns Hopkins (APL) menidurkannya pada 7 Agustus 2025 dengan pengatur waktu tidur terlama di dunia. New Horizons bangun sendiri pada 23 Juni menggunakan perintah internalnya. NASA melaporkan pesawat itu dalam kondisi sehat dan tidak memiliki masalah selama tidur panjang.

“Setiap laporan status selama masa hibernasi ini berwarna hijau, yang berarti semuanya baik-baik saja di New Horizons setiap minggu,” kata Alice Bowman, manajer misi New Horizons di APL, pada hari Selasa. Misi utama New Horizons adalah menjelajahi Pluto dan Arrokoth, tapi NASA telah memperpanjang misinya selama pesawat masih bisa bangun sendiri dari tidurnya.

Operator APL akan mengunduh dan mengecek data kesehatan pesawat, lalu data ilmu pengetahuan yang dikumpulkan selama pesawat tidur. Awak penerbangan Mark Lahr dan Josh Albers serta Alice Bowman langsung mulai memonitor data telemetri begitu pesawat bangun.

Ini bukan hal baru untuk New Horizons. Pesawat ini diluncurkan tahun 2006 dan sekarang berada di Sabuk Kuiper, sabuk berbentuk donat di luar tata surya yang berisi Pluto dan benda es lainnya. Walaupun sering dibandingkan dengan sabuk asteroid antara Mars dan Jupiter, Sabuk Kuiper lebih besar dan banyak mengandung es daripada batu. New Horizons sudah tinggal di sabuk ini sejak 2015, saat menjadi pesawat pertama yang mempelajari Pluto dari dekat. Sejak 2007, New Horizons sudah tidur 23 kali dengan waktu dari beberapa hari hingga berbulan-bulan. NASA bilang hibernasi adalah cara untuk memperpanjang umur pesawat dan mengurangi biaya operasi misi.

MEMBACA  Krisis Bahan Bakar Eropa Memuncak: Negara Ini Siap Batasi Pembelian Warga Asing dan Terapkan Harga Ganda

Tinggalkan komentar