Siapa Adnan Al Jumaili? Wakil Menteri Migas Iran yang Sembunyikan Uang Korupsi di Galon dan Kubur di Dalam Tanah

Pejabat keamanan Irak menangkap Adnan Al Jumaili, wakil menteri perminyakan yang mengurusi penyulingan. Penangkapan ini menunjukkan sikap tegas Perdana Menteri Ali Al Zaidi dalam memberantas korupsi.

Menurut laporan The National News, penangkapan dilakukan oleh pasukan khusus bersama tim dari Komisi Integritas Federal di provinsi Salaheddin, utara Baghdad.

Menteri Komunikasi Mustafa Sanad membenarkan penangkapan ini di Facebook. Dia menyebut Al Jumaili sebagai “paus” di Kementerian Perminyakan dan menuduhnya sebagai pendana partai politik. Sanad juga menuduh Al Jumaili menggelapkan uang dari kilang minyak di Beiji, Doura, Maysan, dan Shuaiba.

Seorang pejabat keamanan mengatakan bahwa penyelidikan masih berjalan dan kemungkinan akan menangkan lebih banyak orang. Pihak berwajib sedang menyelidiki suap dan penggelapan uang miliaran dolar, terutama terkait kontrak kilang minyak.

“Dia tidak sendirian. Dia punya hubungan luas dan jaringan untuk membantu politisi senior serta partai politik,” kata pejabat itu. Beberapa karyawan juga sudah ditangkap, dan yang lainnya masih buron. Dia tidak memberi keterangan lebih lanjut.

Penangkapan Al Jumaili adalah yang paling besar sejak Perdana Menteri baru menjabat bulan lalu. Dengar-dengar, saat ditangkap dia sempat mencoba menyuap petugas. Dalam pertemuan dengan media, Perdana Menteri bilang Al Jumaili menawarkan suap 200 juta dolar AS melalui mediator agar kasusnya dihentikan. Tawaran itu datang tidak lama setelah penangkapan.

Perdana Menteri mengatakan bahwa hal ini membuktikan korupsi di sektor minyak Irak sangat besar. Pejabat senior merasa bisa membeli kebebasan. Peristiwa ini sesuai dengan pola yang selalu membuat Irak berada di peringkat rendah indeks korupsi dunia.

Penangkapan ini juga bersamaan dengan pengumuman Perdana Menteri tentang pembentukan Dewan Integritas, Pengawasan, dan Pemulihan Dana Publik. Badan ini dibuat untuk mengontrol pengeluaran negara dan mengurangi pemborosan.

MEMBACA  Kenaikan Harga Properti Residensial sebesar 1,89 Persen di Kuartal I-2024, Menurut Survei BI

Tinggalkan komentar