Trump sebut gencatan senjata ‘berakhir’ usai serangan balasan AS-Iran

Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menuduh Amerika Serikat melanggar nota kesepahaman (MoU) yang sudah disepakati bersama. Ia juga menyebut pelanggaran lain seperti serangan di Iran selatan dan “gangguan terhadap penyesuaian Iran di Selat itu.”

“Zaman bullying dan pemerasan sudah berakhir. Itu tidak membawa hasil. Kami tidak akan menyerah,” ujarnya.

Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, menyebut serangan Amerika itu “sangat diperlukan” dan menilai Iran “pada dasarnya melanggar gencatan senjata.”

Ini bukan pertama kalinya serangan terjadi setelah MoU ditandatangani pada 17 Juni.

AS memang pernah melancarkan serangkaian serangan ke Iran pada 26 Juni, setelah proyektil Iran menghantam sebuah kapal kargo di Selat Hormuz. Serangan AS lanjutan terjadi lagi pada 27 Juni, menyusul serangan lain terhadap kapal kargo. Pada 29 Juni kedua belah pihak sepakat untuk “menghentikan” serangan.

Salah satu dari 14 poin dalam MoU adalah “penghentian segera dan permanen semua operasi militer di semua medan.” Iran juga setuju untuk “mengupayakan yang terbaik demi keamanan pelayaran kapal niaga tanpa pungutan biaya selama 60 hari.”

Kedua belah pihak terus bernegosiasi untuk menyepakati perjanjian damai permanen, tapi pembicaraan sempat ditunda selama upacara pemakaman Ayatollah Ali Khamenei yang gugur pada hari pertama serangan AS-Israel ke Iran.

Upacara pemakaman digelar hari Rabu di Irak, dan pemakaman serta pemberkatan terakhir akan dilakukan di Mashhad, timur laut Iran, pada hari Kamis.

Belum jelas kapan perundingan akan berlanjut setelah serangan terbaru ini. Trump, saat ditanya tentang kemungkinan negosiasi lanjutan, hanya menjawab: “Saya tidak peduli.”

“Sejujurnya, saya tidak mau membuang waktu dengan mereka. Sekarang, saya biarkan para negosiator hebat kami itu terus bicara kalau mereka mau, tapi saya rasa tidak ada gunanya,” kata Trump.

MEMBACA  Tragis, Kapten Kirgistan Menangis Usai Kalah dari Timnas Putri Indonesia

“Setahu saya, berurusan dengan mereka hanya buang-buang waktu. Mereka pembohong.”

Trump juga menyebut utusan khususnya, Steve Witkoff, dan menantunya, Jared Kushner, sebagai “orang-orang baik” yang bisa saja bernegosiasi jika mau. Keduanya sebelumnya berperan dalam perundingan damai.

“Saya akan bicara dengan negosiator kami. Kalau mereka mau bernegosiasi, orangnya memang ada—Steve Witkoff, Jared Kushner—tapi mereka harus kembali ke saya. Setahu saya, ini hanya buang-buang waktu,” ujarnya.

Tinggalkan komentar