Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menanggapi banyaknya video parodi di media sosial yang menyindir program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih. Pemerintah tidak menganggapnya sebagai serangan, tetapi melihat kritik dari warganet sebagai masukan untuk memperbaiki program.
Belakangan, media sosial dipenuhi video parodi yang menampilkan petugas Kopdes Merah Putih bertingkah seperti tentara. Konten ini muncul karena pelatihan calon manajer Kopdes memang menggunakan pendekatan disiplin ala militer.
Menanggapi hal itu, Ferry mengatakan kritik publik adalah bagian dinamika media sosial. “Ya biasa di era sosial media, mereka sebenarnya maksudnya baik dan mengingatkan kita perlu ada yang harus dievaluasi,” katanya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta Pusat.
Menurutnya, berbagai respons masyarakat, termasuk parodi, akan jadi bahan evaluasi pemerintah. “Itu akan kita jadikan sebagai pertimbangan-pertimbangan untuk melihat,” ujarnya.
Ferry juga merespons sorotan soal beberapa bangunan Kopdes Merah Putih yang lokasinya sulit dijangkau masyarakat. Salah satu kopdes di kawasan wisata Stone Garden, Kabupaten Bandung, sempat jadi perhatian dan menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas pemilihan lokasi.
Ia mengakui ada masalah yang perlu dibenahi, namun pemerintah tidak akan menanggapi persoalan secara parsial hanya karena viral di medsos. “Tapi harus dilihat juga, misalnya soal bangunan, itu cuma berapa saja. Tapi karena diviral, kami cari solusinya,” pungkasnya. # TAMAT