Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PDIP, Giri Ramanda Kiemas, mengatakan bahwa kelemahan dalam Pilkada langsung tidak bisa dipakai sebagai alasan untuk mengubah sistem pemilihan menjadi lewat DPRD.
Menurut dia, masalah seperti biaya politik yang mahal dan maraknya politik uang harus diselesaikan dengan cara memperbaiki aturan, bukan dengan mengubah sistem demokrasi yang sudah berjalan.
“Memang Pilkada langsung punya kelemahan. Kelemahan ini harus kita perbaiki. Perkuat aturannya, perkuat pengawasan supaya pemilu yang jujur, adil, dan bersih bisa terwujud,” kata Giri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Ia juga menambahkan, alasan yang sering dipakai orang-orang yang ingin mengembalikan Pilkada ke DPRD adalah tingginya biaya pemilu. Padahal, masalah biaya itu bisa ditekan seminimal mungkin kalau sistem pengawasannya diperkuat.