BNPB Lakukan Penanganan Serentak Atasi Kekeringan dan Gelombang Pasang di Maluku

BNPB memastikan penanganan darurat bencana kekeringan dan gelombang laut di Seram Timur, Maluku, sudah dilakukan secara bersamaan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan pada Jumat bahwa respon darurat ini bertujuan untuk mempercepat pemulihan fisik dan memastikan kebutuhan pokok warga terpenuhi.

Langkah-langkah yang diambil termasuk melakukan identifikasi, kajian cepat, koordinasi dengan pemerintah, serta membagikan tangki air dan air bersih.

Tim reaksi cepat dari BPBD Seram Timur sudah dikerahkan ke lokasi-lokasi kritis untuk melakukan penilaian cepat, mendata kerusakan, dan menyalurkan bantuan operasi.

Untuk mengatasi kekeringan, upaya difokuskan pada pengiriman air bersih secara rutin kepada puluhan ribu warga yang sumur dan sungainya mengering. Sejak Mei, distribusi air bersih menggunakan truk tangki telah melayani 7.107 kepala keluarga atau 24.089 orang di tujuh kecamatan.

Tujuh kecamatan prioritas adalah Bula, Bula Barat, Seram Timur, Pulau Gorom, Gorom Timur, Kesui Watubela, dan Teor.

Pada saat yang sama, penanganan darurat juga fokus memulihkan pesisir yang terkena gelombang pasang akibat angin muson timur yang lebih kencang. Penanganan di pesisir mencakup perlindungan untuk 1.070 warga serta pemeriksaan struktur rumah yang rusak akibat gelombang besar. Data terakhir menunjukkan gelombang pasang merusak 207 rumah, dengan 53 unit rusak berat dan 154 unit rusak ringan.

“Junlahnya masih diproses. Tim BPBD masih mengidentifikasi dampak, melakukan kajian cepat, dan penanganan darurat,” kata Muhari.

MEMBACA  Nike Memulai Siklus Inovasi Multi-Tahun

Tinggalkan komentar