Menurut IMF, Masalah Kecerdasan Buatan dalam Utang Lebih Mengancam Stabilitas Daripada Mahalnya Valuasi Pasar Saham AS. Ini Penyebabnya

Kekhawatiran Wall Street tentang gelembung AI masih ada. Tapi masalah yang lebih besar mungkin adalah utang besar perusahaan teknologi di balik demam AI ini.

Tobias Adrian, direktur departemen Pasar Uang dan Modal di IMF, lebih khawatir tentang pinjaman perusahaan daripada gelembung AI. Dia mengatakan masalahnya adalah perusahaan teknologi besar mulai banyak berutang. Ada ketidakcocokan antara waktu aset fisik dan waktu pembayaran utang.

Ketidakcocokan waktu terjadi saat perusahaan menggunakan utang jangka pendek untuk membiayai aset jangka panjang. Dalam kasus ini, perusahaan AI menghabiskan banyak uang untuk peralatan seperti pusat data dan chip. Nilai peralatan ini bisa turun sebelum utang lunas karena perubahan cepat di dunia teknologi. Dalam skenario terburuk, pendanaan bisa habis sebelum perusahaan AI mendapat untung.

Saat ini, investor masih senang memberi uang ke perusahaan AI. Tapi ada tanda-tanda perlambatan pembangunan infrastruktur fisik. Analisis JP Morgan bulan Mei menunjukkan 60% kapasitas pusat data yang dijadwalkan selesai pada 2027 belum masuk tahap konstruksi. 7% lainnya mengalami penundaan.

Perusahaan AI sedang gencar meminjam uang dengan menerbitkan obligasi. Bulan lalu, Alphabet mengumumkan akan mengumpulkan dana sebesar 85 miliar dolar untuk membiayai proyek AI. Perusahaan raksasa seperti Amazon, Alphabet, Meta, Microsoft, dan Oracle telah menerbitkan obligasi senilai 159 miliar dolar dalam lima bulan pertama 2026. Jumlah ini lebih besar dari total pinjaman mereka dalam lima tahun terakhir.

Nvidia juga baru menerbitkan obligasi senilai 25 miliar dolar bulan lalu, yang pertama sejak 2021. Investor sangat tertarik membeli obligasi ini karena ingin terlibat dalam demam AI.

Adrian mengatakan pendapatan perusahaan teknologi yang kuat bisa mengurangi risiko kredit AI.

MEMBACA  Alasan Investor Pendapatan Terus Andalkan Kraft Heinz (KHC) sebagai Saham Dividen Makanan

Pejabat IMF juga memperingatkan tentang model AI canggih yang bisa mengacaukan keuangan global. Bulan April, Anthropic meluncurkan model baru bernama Mythos yang bisa mengeksploitasi celah di perangkat lunak sistem listrik, bank besar, dan lembaga lainnya. Anthropic tidak merilisnya ke publik dan hanya membagikannya dengan sedikit mitra di AS.

IMF mengatakan Mythos hanya permulaan. Managing Director IMF, Kristalina Georgieva, mengatakan model AI canggih bisa digunakan oleh penjahat untuk “menghancurkan sistem keuangan” tanpa ada perlindungan yang tepat.

Tinggalkan komentar