Merz Belanjakan Uang untuk NATO Bijak, Bantah Mantan Trump yang Sebut Anggaran Aliansi Konyol

Kanselir Jerman, Friedrich Merz, membela anggaran pertahanan negaranya untuk NATO. Pembelaan ini muncul tak lama setelah Presiden AS Donald Trump kembali mengkritik negara-negara anggota aliansi tersebut.

Pernyataan pada hari Jumat itu disampaikan saat para pemimpin NATO bersiap bertemu di Ankara pekan depan. Sepanjang karier politiknya, Trump memang sering mengecam soal belanja pertahanan anggota NATO. Dalam unggahan terbaru di Truth Social awal pekan ini, dia menyebut angka belanja tersebut “konyol” dan “timpang”.

Dalam satu unggahan, Trump mengatakan anggaran Jerman “JAUH LEBIH RENDAH” antara 2014 hingga 2025 dibandingkan AS atau sekutu NATO lainnya, dan dia kembali menyebutnya “Konyol!”.

Saat dimintai komentar, Merz mengatakan Jerman akan menggandakan anggaran pertahanannya dalam empat tahun ke depan. “Ini usaha terbesar yang pernah kami lakukan untuk memperkuat kemampuan pertahanan. Dalam hal ini, kami tidak perlu minder kepada siapa pun,” kata Merz. “Kami akan menyatakan ini, dengan segala kerendahan hati, dan kami sebagai negara anggota terbesar Uni Eropa, memikul tanggung jawab di Eropa.”

Hubungan AS dan Eropa memang memanas sepanjang masa jabatan pertama Trump dari 2017 hingga 2021 dan juga masa jabatannya yang sekarang, yang dimulai Januari 2025. Namun, berbeda dengan dulu, kali ini beberapa pemimpin Eropa memilih pendekatan yang lebih akomodatif terhadap presiden AS itu.

Atas desakan AS, para pemimpin NATO sepakat mengalokasikan 3,5 persen dari PDB untuk anggaran pertahanan inti seperti persenjataan dan personel, paling lambat tahun 2035. Target ini merupakan peningkatan dari target sebelumnya, yaitu 2 persen PDB.

Sayangnya, hubungan kemudian kembali merenggang karena beberapa masalah, termasuk janji Trump untuk mengambil alih Greenland, wilayah otonomi Denmark. Denmark adalah anggota NATO. Perang AS-Israel di Iran juga menjadi batu sandungan besar. Trump melancarkan konflik itu tanpa berkonsultasi dengan sekutu Eropa, yang harus menangani dampak dari penutupan Selat Hormuz.

MEMBACA  Koneksi NYT Hari Ini: Edisi Olahraga Petunjuk, Jawaban untuk 26 Februari, #156

Trump berulang kali mengecam sekutu Eropa yang tidak ikut serta dalam perang tersebut. Di sisi lain, Merz membuat marah presiden dengan mengatakan pada bulan April bahwa AS telah “dipermalukan” oleh Iran. Sebagai balasan, Trump mengatakan AS akan menarik 5.000 tentara yang ditempatkan di Jerman.

Dalam pernyataannya hari Jumat, Merz mengatakan Jerman lebih cepat dari rencana untuk memenuhi komitmennya ke NATO. “Jerman akan mencapai target 3,5 persen hasil KTT Den Haag pada tahun 2029,” katanya kepada wartawan,.jauh lebih cepat dari tenggat yang disepakati.

Tinggalkan komentar