Sebentar kamu lihat video lucu hewan, eh tiba-tiba dapat saran kesehatan dari influencer yang bilang diet trendi sembuhkan penyakit mereka.
Kita hidup di dunia di mana beranda media sosial diatur oleh algoritma AI yang ingin membuat orang terus interaksi. Ternyata, banyak orang juga suka konten kesehatan—mungkin lebih dari yang kamu kira.
Studi baru di JAMA, jurnal dari American Medical Association, menemukan dari orang dewasa AS yang pakai media sosial setahun terakhir, hampir 85% katanya sering berbagi informasi kesehatan di platform itu. Sekitar 70% ikut komunitas online soal kesehatan.
Meskipun kebanyakan pengguna (78%) percaya informasi kesehatan di medsos itu palsu atau menyesatkan, lebih dari satu dari lima bilang mereka buat keputusan kesehatan berdasarkan konten yang mereka lihat.
“Dokter, pimpinan kesehatan publik, dan platform harus serius dengan situasi informasi ini,” kata Dr. Rohan Khera, seorang ahli jantung dan ilmuwan data di Yale School of Medicine dan salah satu penulis studi itu.
“Tujuannya jangan cuma bilang orang hindari medsos, tapi perbaiki kualitas informasi kesehatan di tempat orang sudah habiskan waktu,” Khera bilang ke CNET.
Studi ini keluar di saat banyak juga susah dapat akses kesehatan yang tetap dan terjangkau. Jadi konten kesehatan gratis di medsos jadi lebih mudah diakses.
Hasil survei berdasarkan 7.278 orang ikut Survei Nasional Informasi Kesehatan 2024, setiap tahun dilakukan oleh Institut Kanker Nasional buat belajar bagaimana publik AS pakai info soal kesehatan dan kanker.
Akun sind media sosial penting kesehatan sunsel cuman Dokter tempat jika tingg dapat kes ak Kes per bag kal orang lem Mungkin awak kita pay. Kuantit tun dari gamb ilusi. Ten hat
Nam dari biasanya ud pik waj ton. Tol kesata banyak teros may lok peny Kamu ju nyar uji ren? Pun kui did tat ti was – itu kah de. Ber dik