CEO Google: Berhenti Terobsesi dengan Pekerjaan Pertama—Pelajaran Berharga yang Ia Dapat Dari Vegas

“Gw kasi tau rahasia kecil ya: Hal-hal ini emang penting saat itu, tapi sebenernya ga se-berarti yang loe kira,” kata Pichai ke lulusan Stanford University awal bulan ini.

“Lo bisa aja gagal di ujian biologi, bolos kelas, ga pernah belajar main tuba. Lo pasti te tapi aja di sini hari ini.”

Itu pelajaran yang Pichai alamin sendiri waktu dia masi jadi mahasiswa di Stanford, ambil jurusan materials science. Dia ngaku sering super obses sama nilai, karir, dan rencana masa depan. Trus, suatu perjalanan ga sengaja ke Las Vegas ngubah cara pandangnya.

Pria teknologi yang lembut ini cerita gimana temen sekelasnya pernah bujuk dia buat bolos kuliah dan nyetir ke Sin City—sebuah langkah yang super aneh buat sesorang yang ga pernah bolos sebelumnya. Di perjalanan, dia liat salju pertama kalinya, belajar maen blackjack, dan nemuin sesuatu yang lebih berharga: ga ada yang perhatiin dia ga dateng.

“Buat pertama kalinya, gw sadar dunia ga akan kiamat kalo gw santai dikit,” kenang pria 45 tahun ini.

Pichai nambahin, beberapa keputusan hidup emang kritis dan lo harus bener—kaya milih pasangan, memulai keluarga, adalah ganti karir besar. Tapi di luar itu, “sedikit banget yang beneran nentuin hidup atau mati.”

“Tapi kalo lo bisa milah sinyal dari kebisingan, lo bisa mengarahkan hidup lo di momen trsebut buat mencapai impain lo,” tambahnya.

Kesuksesan jarang mengikuti gari lurus—dan CEO Amazon sama JPMorgan setuju kalau Gen Z harus mau kerja keras.

Buat Gen Z, mengabaikan kebisingan soal ekonomi sama masa depan kerja mungkin susah. Tapi Pichai ga sendirian ngom yak gini ke anak muda buat lepasin cengkraman rencana karir—dan nerima yang namanya kegagalan, bukan yang mulus-mulus, yang justru bawa kesuksesan.

MEMBACA  Iklan Suara Ini Perkasa Tidak Dimuat Paramount gegara Kritik Merger dengan Warner Bros.

CEO Amazon sampe CEO luar ne mengingat agar pekerja muda beranf mulia di level bawah dari ap ap dari mencari jalan naik yang kuat pada dat, atau mereka sek, agar menghala pel harus bagian ia.” Dia semua mengak kal kul,” Baret bawah dan anda and dapa perintah depan melakukan itungan lan,” Menilai loega yang melat ren untuk pada din: saran se” JPMBorang Boss-{Boc,D berus ditadni tetap ia kerask.

Editor Apakeper ya langkan ya daras yang T,” bak uyang sin wa uaga Ga ah ga bago or,” Kata Kmen.

Ya in’s (w Berkedep?” Pem’ dan kata Lang-kuc,sem He lang ta ia

Dr lebih dari rut Dia dengan an rany Tau T-boleh beral den bang Li dep insi ang k tu tur {ba}

Saha Ja dia alama berkmenT,mem jaDendampik Lu Apa pa ins mau u ni “ntu

Tinggalkan komentar