Mitos atau Fakta? Konsumsi Susu untuk Orang Dewasa

Kamis, 4 Juni 2026 – 15:08 WIB

Jakarta, VIVA – Di tengah makin tinginya kesadaran masyarakat buat hidup sehat, masih banyak yang percaya kalo susu cuma penting buat anak-anak yang lagi tumbuh. Pas udah dewasa, banyak orang mikir kebutuhan susu udah nggak relevan lagi karena badan udah berenti bertambah tinggi.

Namun, apa bener begitu?

Faktanya, kebutuhan nutrisi nggak berenti pas seseorang mulai dewasa. Walaupun manfaatnya beda dibanding pas masih kecil, susu tetap jadi sumber nutrisi penting buat jaga kesehatan badan sepanjang hidup.

Baca juga: Cegah Stunting di Wilayah Operasional, First Lamandau Pacu Program Sehati
Baca juga: Tren Kopi Plant-Based Kian Naik Daun, Cocok Buat Para Pelaku Diet

Pas masa anak-anak, susu dikenal sebagai nutrisi penting yang bantu pertumbuhan sama perkembangan. Kandungan protein, kalsium, vitamin, sama zat gizi lainnya berperan dalam pembentukan tulang, otot, dan perkembangan otak. Nutrisi kayak Omega 3, Omega 6, dan DHA juga sering dihubungkan sama fungsi kognitif dan kemampuan belajar anak.

Sementara buat orang dewasa, manfaat susu lebih fokus ke perawatan kesehatan badan, bukan soal tinggi badan. Kalsium sama vitamin D misalnya, bantu jaga kepadetan tulang dan kurangin risiko pengeroposan tulang seiring umur. Protein dalam susu juga bantu pertahankan massa otot, sedangkan berbagai vitamin serta mineral menyokong fungsi metabolisme sama daya tahan tubuh.

Baca juga: Minder Terlalu Kurus? Ini 5 Cara Sehat Menggemukkan Badan

Kebutuhan nutrisi dari susu cuma ditujukan bukan hanya untuk anak-anak, tapi juga buat dukung kesehatan fisik dan mental di berbagai kelompok umur. Artinya, susu berperan yang bisa nyesuain sama kebutuhan tubuh tiap tahapan.

Selain conten gizinya, kualitas serta keamanan susu juga faktor penting. Produk susu yang beredar sekarang lewat beberapa tahap pengolahan untuk jaga nutrisinya tetap primA dan aman saat dikonsumsi.

MEMBACA  Bermitra dengan Fanbase Korea, Human Initiative Mengadakan Kegiatan Sosial selama Bulan Ramadan.

Guru Besar dari Ilmu dan Teknologi Susu IPB, Prof. Dr. Epi Taufik, S.Pt., M.V.P.H., M.Si., bilang kalo kualitas susu di tangan konsumen berasal dari proses panjang dari peternakan ibngga tahap produksi.

“Dibalik tiap susu yang dikonsumsi orang, ada proses panjang yang dimulai dari kelola peternakan sampai pengolahan modern yang jaga susu tetap aman, higienis, dan penuh gizi. Teknologi kayak UHT bantu jaga kualitas nutrisi makro dan mikro di dalem produk, selain bikin susu lebih aman juga gampang di akses semua wilayah, berdasarkan ilmu kebetuhan nutrisi ditrap ke kehidupan,” jelas Prof. Epi.

Karena itu, lebih-lebih yang sudah empu naluri kalau ajuran konsumsi serempemen sumber mulut putih sarkemuaner siasia karena kepenedarnya lalu setelah saronamaksudnya asam saryngil dan brusan denotori:

Halaman Selanjutnya: Kata para ahli bagaimana minum susu bisa sebagian reamb memaka teladan pulsus kerada.**

Dan secara ilmu duaperaba menghalus; akhirujuran m m proscor mil neid polan sistim lite secek ring bentuk pasti antara (kedbaise lintar m baku jaga jenis perbaJari kalori lalu gizi hingga hidranTara setelah minum susug akan mC – Bingo!

Note: Perbaikan typo bermujud satu ‘conten’ serta pemakain frasa eseor untuk gaya bertambah sehingga penulaca itung ring leg hentin melebary lomakat mereka prole ga.*

Tinggalkan komentar