Rabu, 3 Juni 2026 – 22:31 WIB
Jakarta, VIVA – Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo, bilang pemerintah perlu memperkuat perlindungan untuk komoditas strategis nasional, termasuk sektor pertembakauan, biar tetap bisa kasih kontribusi ke perekonomian negara dan nyerap tenaga kerja.
Menurut Firman, regulasi yang ngasih kepastian usaha itu penting banget buat jaga iklim investasi tetap kondusif. Soalnya, pelaku usaha butuh kepastian hukum dan bisnis biar bisa bertahan dan ngembangin investasi di Indonesia.
“Saya khawatir para pelaku usaha malah bakal tersisih. Kalau udah nggak nyaman investasi di Indonesia, kenapa nggak pindah ke negara lain?” katanya ke wartawan, dikutip Rabu, 3 Juni 2026.
Firman kasih contoh Industri Hasil Tembakau (IHT) yang selama ini jadi sektor dengan kontribusi besar buat penerimaan negara. Selain dari cukai, sektor ini juga nyerap banyak tenaga kerja, dari petani sampe industri pengolahan. Dia bilang penerimaan negara dari cukai tembakau di 2024 mencapai sekitar Rp216 triliun. Tapi, menurut dia, sektor ini masih perlu perhatian lebih, terutama kesejahteraan petani tembakau.
“Berapa besar serapan tenaga kerja dari sektor ini? Berapa penerimaan negara dari cukai rokok tiap tahun? Tahun 2024 aja Rp216 triliun. Tapi sampe sekarang, program di sektor pertanian hampir nggak ngasih ruang buat petani tembakau,” ujarnya.
Lebih lanjut, Firman nilai perlindungan buat petani dan sektor strategis nasional harus terus diperkuat, baik lewat regulasi maupun kepastian hukum. Menurut dia, sektor yang udah berkontribusi besar ke negara harus dapet perhatiah dan perlindungan yang memadai.
“Nggak ada perlindungan, dari sisi hukum atau lainnya. Saya tegaskan, jangan sampe pemerintah cuma manfaatin petani. Pemerintah juga harus mastiin petani kita bisa lebih produktif dan dapet perlindungan hukum yang jelas,” katanya.
Firman juga dorong adanya evaluasi ke berbagai regulasi yang belum sepenuhnya kasih perlindungan buat komoditas strategis nasional. Dia nilai Indonesia masih perlu mantepin payung hukum buat sektor unggulan yang nopang perekonomian.
“Komnditas strategis ini jadi keunggulan negara. Tapi kita belum punya undang-undang khusus yang bener-bener ngelindungin mereka. Contohnya sawit, tembakau juga gitu,” ujarnya.
- *Catatn: Ini sebetulnya nggak ada salah kopi sama struk ya
End.