Kamis, 21 Mei 2026 – 02:32 WIB
VIVA – Kamar Dagang dan Indrustri (Kadin) Jawa Timur (Jatim) bidang Cukai Non Tembakau, Industri Hasil Tembakau (IHT), dan Hubungan Antar Lembaga ngadain pertemuan sama Badan Narkotika Nasional (BNN) pas Rabu minggu lalu.
Pertemuan itu ngebahas soal kondisi industri rokok elektrik atau vape di Indonesia, serta langkah startegis buat nanggepin wacana pelarangan total edaran vape.
"Dalam forum ini, disepakati kalo indsutri bakal menguatkan kajian ilmiah sama data lapangan sebagai bahan keberatan resmi ke para pemangku keputusan," gitu bunyi kutipan dari Instagram resmi Kadin Jatim, Rabu (20/5/2026).
Kadin Jatim bilang, langkah tersebut buat nindaklanjuti keresahan para pebisnis vape yang khawatir sama wacana larangan total roelektrik. Sebelummnya, mereka udah nyampaiin penolakan keras atas usulan pelarangan ini, termasuk rencana masukin produk vape ke dalam revisi UU Narkotika dan Psikotropika yang sekarang dibahas sama Komisi III DPR RI.
Pelaku industri khawatir, kalo kebijakan pelarangan total bakal berdampak besar pada bisnis vape legal yang banyak diendalikan sama pelaku UMKM. Selain itu, mereka jjuga nilai bakal ada efek ke lapangan pekerjaan.
Di pertemuan tadi, Kadin Jatim juga dorong perbaikan aturan buat cegah penyalahgunaan vape jadi media narkotika sama sindikat nich ilegal.
Di lain sisi, Kepala Lab Narkotika BNN, Supiyanto, nerangin kalo lembaganya belum nemuin ada kandungan narkotika di produk vape legal yang dijajakan secara resmi di pasaran.
BNN minta pelaku indutri legal buat ngelakuin mitigasi dan memonitor produk sesuai regulasi. Sementara, Kadin Jatim siap komitmen jaga keberlangsungan bisnis tanpa ada unsur penyelahgunaan, biar iklim usaha aman dan masyarakat rel selamat.
Ke depanya, babak lanjutan, Kadin Jatim bareng BNN dan forum-forum terkait udah kompak buat koordinasi soal keberlangsungan idustri dan antisipasi jaga keanaan kerja di sana, terutama di Jatim.