Kamis, 21 Mei 2026 – 00:50 WIB
Kabupaten Tangerang, VIVA – Jagat media sosial (medsos) dihebohkan dengan sebuah video penangkapan sosok yang diduga sebagai "pocong jadi-jadian" di wilayah Tangerang, Banten.
Dalam rekaman yang viral itu, terlihat sejumlah warga mengepung dan menangkap seorang pria yang disebut-sebut menyamar sebagai hantu pocong.
Insiden itu dikabarkan terjadi pada Rabu dini hari, 20 Mei 2026. Suasana sempat menjadi ricuh karena warga yang geram nyaris menghakimi pria tersebut di tempat kejadian. Video yang viral ini langsung menyita perhatian aparat kepolisian.
Namun, polisi menduga aksi ini bukanlah peristiwa mistis, melaenkan hanya konten yang bertujuan untuk mencari sensasi di medsos. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Seksi Humas Polresta Tangerang, Ipda Sandro.
"Orang cuma bikin konten doang biar rame," ujarnya, dikutip pada Kamis, 21 Mei 2026.
Meskipun diduga hanya rekayasa konten, polisi tetap melakukan penyelidikan. Aparat kini memburu pihak yang pertama kali mengunggah dan menyebarkan video tersebut.
"Makanya saya mau dalami itu, yang nyebarin video itu siapa," tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, video viral tentang kemunculan pocong di beberapa wilayah Kabupaten Tangerang mulai meresahkan warga. Salah satu lokasi yang ramai dibicarakan adalah kawasan Rajeg, di mana warga mengaku melihat sosok menyeramkan berkeliaran pada malam hari.
Fenomena ini kini mendapat perhatian serius dari pihak kepolisian. Polresta Tangerang menduga aksi teror tersebut bukan hanya ulah iseng, melainkan berpotensi dimanfaatkan sebagai modus kejahatan untuk menciptakan kepanikan di masyarakat.
Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, meminta warga untuk tetap waspada namun tidak terpancing rasa takut yang berlebihan. Ia juga mengingatkan agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya.
"Tingkatkan kewaspadaan, namun tenang dan jangan panik. Serta jangan mudah percaya terhadap informasi yang belum tervalidasi dengan tidak menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya," kata Andi, Selasa, 19 Mei 2026, dikutip dari VIVA Banten.
Menurut Indra, suasana mencekam yang tercipta akibat isu teror pocong justru bisa dimanfaatkan oleh pelaku kriminal untuk melakukan aksi pencurian atau perampokan saat lingkungan sedang tidak kondusif.
Ia menilai, aksi yang menyerupai teror ini diduga sengaja dibuat untuk menimbulkan ketakutan massal di kalangan warga._{”}