Penggabungan Rhaena dan Nettles di House of the Dragon adalah keputusan brilian

Serial House of the Dragon banyak membuat perubahan saat mengadaptasi buku Fire and Blood karya George R.R. Martin. Banyak penggemar berat buku yang keberatan, termasuk Martin sendiri.

Salah satu perubahan yang paling banyak dikritik adalah keputusan untuk membuang tokoh Nettles, seorang penunggang naga penting, dan menyerahkan jalan ceritanya kepada Rhaena Targaryen (Phoebe Campbell). Awalnya, saya juga ragu. Mengapa harus membuang tokoh yang menarik?

Tetapi, separuh pertama Musim 3 membuktikan bahwa menggabungkan Rhaena dengan Nettles tidak hanya soal memotong pemain besar Fire and Blood. Ini juga cara untuk memperumit hubungan rumit keluarga Targaryen dan paranoia Rhaenyra.

Di buku, Nettles adalah perempuan biasa dari Driftmark yang berhasil menunggangi naga Sharkstealer dengan memberi makan bangkai domba kepadanya. Dia bergabung bersama penunggang naga lainnya dan ikut bertempur di Pertempuran Gullet. Kemudian, dia dan Daemon menjalin hubungan dekat, meskipun catatan sejarah berbeda soal sifat hubungan ini. Ada yang bilang mereka pasangan kekasih (saat itu Nettles berusia 17, Daemon 49), ada yang bilang hubungan ayah-amak. Rhaenyra akhirnya berpikir Nettles adalah pengkhianat. Dia memenggal kepala Nettles, tetapi Daemon membantunya kabur.

Di serial, Rhaena kehilangan kendali atas haranya yang liar setelah sambil berjuang. Racun ada terjadi ketika Raja Raja Jace menangkap keseimbangananya di ukam tahu seperti Taff nya kam masih berdasarkan senja memang kecil.

MEMBACA  Mungkin Tidak Perlu Lagi Pesimis Terhadap AI

Tinggalkan komentar