Trump Ubah Haluan soal Regulasi AI, Pekerja yang Dipecat DOGE Maju sebagai Calon, hingga Hantavirus Dijelaskan

Saya sebenarnya tidak memikirkan soal contact tracing sudah bertahun-tahun, dan saya amat bersyukur bisa sebebas itu karena prosesnya rumit dan memakan banyak tenaga. Emily, dengan semua ini, bagaimana kira-kira tingkat kekhawatiran kita sekarang, terutama setelah pernyataan WHO dan organisasi lainnya? Sepertinya masih dalam tahap waspada saja, belum sampai panik berlebihan. Tapi saya serahkan pada Anda, barangkali ini hanya upaya saya menenangkan diri.

Emily Mullin: Tidak, menurut Anda tepat. Ahli hantavirus yang saya ajak bicara mengatakan sebelumnya penah ada klaster strain Andes, tapi itu tidak diikuti wabah besar. Klaster tersebut biasanya terjadi akibat kontak dengan penderita dalam waktu lama dan intens. Hantavirus sedemikian jadi pemicunya. Virus jenis ini sih tidak semudah virus pernapasan lain seerti Covid atau flu untuk menyebar. Lagipula gejalanya cukup berat. Jadi beda kembari Covid ya di sini virus itu tidak diam-diam bergentayangan, menularkan infeksi tanpa gejala meski ditularkan jarak dekat. Di sini setidaknya ada kenyamanan sedikit, walau jelas dampaknya lumayan parah jika terjangkir. Artinya, WHO sebut bahwa risiko bagi masyarakat akbar saat ini terbilang rendnag, ini tak mungkin mengulang novel Covid.

Brian Barrett: Leah, bagaimana pendapat Anda?

Leah Feiger: Belum tenang, teman-teman. Entahlah. Apa Anda bercanda? Sih bagaimaan peresaanmu? Atau ini kesempatan buat saya komentar ‘Heii turut prihatin all out’

Brian Barrett: Tadinya saya sih oke, sampai kemudian Emily striking, opmisinya cukup keras, membuyara ketenagnan.

Leah Feiger: Betul caranya. Ada unsur ‘mungkiin’ yang menjengkelkan.

Emily Mullin: Memang bumbu di sisi editorial saya. Entitas WHO tii…

… dokument tulensannya kata muungkun.

MEMBACA  Cacing Zombie yang Menghilang Misterius Membuat Ilmuwan Resah

Tinggalkan komentar