Judul Berita: Kasus Hantavirus MV Hondius Meluas, Dua Warga Singapura Diisolasi
Jumat, 8 Mei 2025 – 05:20 WIB
VIVA – Dua warga Singapura yang sempat berada di kapal pesiar MV Hondius yang terkena wabah hantavirus kini lagi jalani isolasi di National Center for Infectious Diseases (NCID) Singapura. Keduanya masih menunggu hasil tes terkait penyakit tersebut.
“Hasil tes mereka masih ditunggu. Satu orang mengalami pilek tapi secara umum kondisinya baik, sementara satunya lagi tidak menunjukkan gejala. Risiko buat masyarakat umum di Singapura saat ini masih rendah,” jelas Badan Penyakit Menular Singapura (CDA) dikutip dari CNA News, Jumat 8 Mei 2025.
CDA menerima informasi pada 4 dan 5 Mei bahwa kedua orang ini ada di MV Hondius saat kapal berangkat dari pelabuhan Ushuaia, Argentina pada 1 April. Keduanya sempat turun dan berada di penerbangan yang sama dengan pasien hantavirus yang sudah dikonfirmasi meninggal di Afrika Selatan.
Seorang warga Singapura berusia 67 tahun tiba di Singapura pada 2 Mei, dan lainnya penduduk tetap berusia 65 tahun tiba pada 6 Mei. Hingga Rabu, tercatat delapan kasus terkait klaster kapal ini, termasuk tiga kematian. Tiga kasus positif hantavirus, sisanya still diselidiki.
Katanya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menilai risiko ke populasi global masih rendah.
Pengawasan dan Isolasi
Kalau hasil tes keduanya negatif, mereka tetap harus dikarantina 30 hari sejak paparan terakhir. Soalnya banyak kasus hantavirus mulai tunjuk gejala dalam waktu itu.
"Sebelum karantina selesai, tes ulang dilakukan. Abis itu, mereka dipantaunya lewat telepon dalam waktu 45 hari sejak paparan, masa inkubasi maksimal hantavirus," kata CDA.
Tapi, kalo positif, keduanya akan tetap dirawat di rumah sakit karena infeksi ini bisa developing menjadi serius. Pelacakan kontak juga dilakukan buat orang-orang yang terpapar selama msa penularan, dan kontak erat harus karanetina juga.