Perang Iran Paling Memberatkan Warga Amerika Berpenghasilan Rendah di SPBU, Menurut The Fed New York

Ada studi baru yang dikeluarkan hari Rabu, itu menunjukkan… Setelah perang Iran, orang Amerika yang pendapatannya rendah banget ngurangi konsumsi bensin mereka. Tapi harga yang tinggi bikin mereka tetep harus ngeluarin lebih banyak uang buat bensin, jadinya kesenjangan ekonomi makin parah.

Sementara itu, rumah tangga yang pendapatannya tinggi malah ningkatin belanja bensin mereka, padahal konsumsi mereka nyaris gak berkurang. Itu menurut laporan dari Federal Reserve Bank New York. Rumah tangga menengah ada di antaranya.

Laporan itu juga bilang, perbedaan reaksi antara tiap kelompok ini lebih gede dibanding tahun 2022, pas harga bensin naik gara-gara invasi Rusia ke Ukraina. Rumah tangga berpendapatan tinggi waktu itu lebih banyak ngurangi konsumsi bensin daripada bulan Maret ini. Sementara orang miskin tahun 2022 mungkin lebih kebantuin sama program stimulus dari pemerintah. Rumah tangga yang lebih kaya juga udah liat nilai saham dan properti mereka naik banyak sejak saat itu.

Angka-angka ini nunjukin kalo lonjakan harga bensin makin diperparah apa yang disebut ekonom sebagai “ekonomi berbentuk K.” Bentuk K ini maksudnya orang Amerika berpendapatan tinggi terus baik-baik aja, sementara rumah tangga berpendapatan rendah makin ketinggalan. Perbedaan nasib ini bisa ngebantu jelasin kenapa banyak orang Amerika punya sikap muram terhadap ekonomi, meskipun angka-angka utama kayak tingkat pengangguran sama pertumbuhan ekonomi tetep lumayan bagus.

“Kami nemuin bahwa rumah tangga punya pengalaman yang beda banget dalam hal belanja bensin,” tulis peneliti New York Fed. “Dengan kenaikan tajam harga bensin di bulan Maret, muncullah pola konsumsi bensin berbentuk K—nunjukin pertumbuhan konsumsi yang lebih cepet buat rumah tangga berpendapatan tinggi dibanding yang berpendapatan rendah.”

MEMBACA  Di Dalam Donetsk: Warga Mengungsi Menyerang Serangan di Wilayah Ukraina yang Ingin Dikuasai Putin

Perang Iran mulai tanggal 28 Februari, dan sampe akhir Maret harga bensin udah naik sekitar 25%, menurut data harga konsumen pemerintah. Konsumsi bensin secara keseluruhan, menurut New York Fed, turun 3% di bulan itu. Per hari Selasa, harga bensin udah loncat 50% sejak perang dimulai.

Untuk rumah tangga miskin (yang penghasilannya di bawah $40.000), mereka ngurangi konsumsi bensin sampe 7%, tapi belanja bensin mereka tetep naik 12% di bulan Maret. Rumah tangga kaya (penghasilan $125.000 setahun ke atas) ningkatin belanja bensin mereka 19% di Maret, sementara konsumsi bensin mereka cuma turun 1% doang. Untuk yang menengah, laporannya gak disebutin angkanya.

Angka-angka ini nunjukin kalo orang Amerika miskin udah ngurangi nyetir, mungkin dengan carpool, naik transportasi umum, atau gabungin beberapa urusan jadi satu perjalanan. Sementara orang kaya kayaknya gak perlu ngelakuin perubahan apa-apa.

Laporan New York Fed itu memperkirakan total belanja di pom bensin naik 15% di Maret dari bulan sebelumnya. Kalo ini berlanjut, pengeluaran ekstra buat bensin bakal nguras uang dari sektor lain, ngurangin belanja yang udh disesuain sama inflasi, dan akhirnya ngerem ekonomi. Sejauh ini, baru ada sedikit tanda-tanda kalo itu lagi terjadi. Orang Amerika sekarang belanjain lebih sedikit buat bensin dibanding dekade-dekade sebelumnya karena mobil jadi lebih irit.

menurut pemerintah minggu lalu, belanja konsumen yang udah disetel sama perubahan harga naik 0,2% di Maret, dikit dibawah kenaikan 0,3% di Februari.

Meskipun gitu, ada bukti kalo buat banyak orang berpendapatan rendah, lonjakan harga bensin jadi beban berat buat keuangan mereka. Laporan terpisah dari Bank of America Institute nemuin, diantara sepertiga rumah tangga termiskin, satu per sepuluh dari mereka sekarang abisin 10% penghasilannya untuk bensin. Jauh di atas rata-rata rumah tangga berpendapatan tinggi yang cuma belanjain 2,7% penghasilan untuk bensin. Data dari institut itu juga nunjukin, bensin yang lebih mahal udah ngambil belanj

MEMBACA  Saham Asia Berpotensi Dimulai Lemah Saat Keraguan Fed Muncul: Ikhtisar Pasar

buat hal-hal yang gak penting…seperti diluar kebutuhan pokok, dan utilitas

Pertumbuhan belanja rutin buat rumah tangga…

Tinggalkan komentar