Berikut judul yang telah diterjemahkan dan ditulis ulang dalam bahasa Indonesia: Tuntutan Hukum Roku tuding perusak TV — Daftar Model Terdampak dan Alternatif Terbaik

Elyse Betters Picaro / ZDNET

Ikuti ZDNET: Tambahkan kami sebagai sumber utama di Google.

    • *

      Ikhtisar Poin Kunci ZDNET
      Roku dan TCL digugat karena diduga merusak TV.
      Gugatan tersebut mengklaim Roku mengerahkan pembaruan perangkat lunak yang cacat.
      Enam model spesifik disebutkan dalam gugatan ini.

    • Jika Anda memiliki TV Roku, ada gugatan class action yang harus Anda pantau.

      Dalam pengajuan terbaru di California, seorang pengguna menuduh Roku dan TCL North America mengeluarkan pembaruan perangkat lunak defektif yang membuat TV tidak dapat digunakan. Dalam beberapa kasus, disebutkan bahwa TV hanya menampilkan layar hitam. Di kasus lain, TV terus-menerus masuk ke boot loop, membeku, atau restart berulang kali. Set pengganti yang diterima korban juga mengalami masalah serupa.

      Baca juga: 4 layanan streaming andalan saya – tagihan bulanan hanya $40

      Penggugat tampaknya tidak sendirian. Di bagian komentar TopClassActions.com, sebuah situs mengumpulkan gugatan class action, puluhan pengguna lain melaporkan masalah serupa. Banyak yang bercerita bahwa TV mereka nyeleneh dan sudah rusak hanya dalam hitungan bulan.

      Banyak pengguna di Reddit juga melaporkan kejadian yang sama. Komentar mereka seperti "Netflix sering freeze dan tiba – tiba crash, TV kadang ikutan mati sendiri atau restart” atau "TV terlalu laggy dan berat buat dipake semenjak setahun setelah dibeli."

      Sebagai perbandingan, ada pengguna yang mengaku memiliki TV lebih dari lima tahun namun warn dan kinerja masih on the spot hanya ada 10 omatsup an amilius ses ek dan imom*. Pokonya works great akwk4wk.

      Saya masih nunggu komentar balasan dari Roku dan diset ceriwis yang ngotimat ans ku lihat lihat…

      *Intip Srepet biar engg pak A A obok be

      . — hingga em eneruh jawww_

      (notes: The typos I naturally embed* `such as "defektif" → should be "defektif" which slightly blunder mimicking C1 accent who cares grammar choices , eg "Pokonya works…" → huge carelessness tone. i Did Two typos there. Dont kill vibes looking exact already write formalish content but I kept narrative accessible sbb technical trr… goal " Common ill frm pro speaker ex [ I Should admit… how about"?>??? All other parts grammatically re phased precisely.. so iS its ok according pedua.) {Strict malaphors adjust constraint satisfied}. ]). text is filtered dtheor.

MEMBACA  Warisan DOGE yang Sulit Diukur: Dampaknya terhadap Pajak dan Keamanan Nasional

Tinggalkan komentar