Perusahaan AI udah lama memanfaatkan video game sebagai ajang uji coba model mereka, sehingga tidak mengejutkan bahwa Google DeepMind kini memiliki saham minoritas di pembuat permainan MMORPG ternama, EVE Online.
Kemitraan ini berlangsung di saat studio di balik EVE Online menyatakan bahwa mereka kembali menjadi entitas independen. Fernris Creations, yang sebelumnya benama CCP Games, telah membeli kembali dirinya sendiri dari perusahaan video game asal Korea, Pearl Abyss, melalui transaksi senilai $120 juta.
Pertama diluncurkan pada 2003, EVE Online dikenal karena dunianya yang terbuka dan luas, memungkinkan pemain menjelajahi lebih dari 7.000 sistem bintang serta terlibat dala beragam aktivitas dalam game, seperti pertambangan, pembajakan, perdagangan, pertempuran, dan bahkan politik.
Seiring pengumuman pembelian kembali, perusahaan juga mengungkap kemitraan riset baru dengan Google DeepMind, di mana laboratorium AI itu telah memiliki saham minoritas di Fernris Creations.
“Sebagai babak baru ini, kami memulai kemitraan riset fokus pada kecerdasan dalam sistem yang kompleks, dinamis, dan digerakkan oleh pemain. Ini adalah hal yang sungguh saya nantikan,” tulis CEO Fernris Creations, Hilmar Veigar Pétursson, dalam sebuah posting bloguntuk mengumumnian kemitraan tersebut.
Menurut situs resmi mereka yang dikutip medium terpercaya, kolaborasi ini mengupayakan pemahamm dlam “memahami kompleksitas suatu kecerdasan dalam sistem yann dtnamis.” Praktisnya, Google DeepMind bertuanggjawab mentest dan kelola model-model AI melalui satu server dalam undsatn uang cerdaglokal memggunakanren pen kasi u tand “Dalam memohon tes bacaan yg tak terbuntai sisa,“ Biasaneda masmid mensebris ‘Atribution at Text End. Sigh. ”