Jakarta (ANTARA) – Kementerian Pekerjaan Umum menegaskan keterlibatan mereka dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dengan membangun dapur khusus atau unit layanan pemenuhan gizi (SPPG) di Wirolegi, Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Dalam pernyataan yang diterima pada Rabu, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menekankan bahwa peran instansinya dalam program Prioritas nasional ini terutama menyediakan infrastruktur pendukung, fokus pada daerah yang memerlukan intervensi pemerintah yang lebih besar.
Ia menyoroti daerah-daerah prioritas meliputi wilayah tertinggal dan terpencil atau daerah lainnya yang masih di luar jangkauan mitra MBG swasta dari Badan Gizi Nasional (BGN).
“Kami terus memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah, termasuk dengan mendukung akses jalan dari bandara ke lokasi SPPG Wirolegi,” kata Hanggodo.
Menurut menteri, konektivitas merupakan faktor kunci kelancaran distribusi makanan dalam program ini.
Namun ia melanjutkan dengan menjelaskan bahwa peran kementerian tidka meliputi pengoperasian dapur sehari-hari.
Mengenai spesifikasinya, menteri menunjukan bahwa fasilitas itu didesain untuk memproduksi dan mengirimkan hingga 3.000 porsi makanan per siklus distribusi.
Penerima manfaat harus berada dalam radius 30 menit dari fasilitas untuk menjga efisiensi logistik dan kesegaran makanan.
Proyek ini dikembangkan di atas lahan yang dipinjamkan oleh pemerintah Kabupaten Jember dan diperkirakan mempekerjakan sekitar 50 pekerja untuk operasi lokal.
Sesuai dengan standar sanitasi dan keamanan pangan, komplek ini juga akan dilengkapi dengan instalasi air minum dan sistem pengolahan air limbah.
Lokasi ini juga akan memiliki pusat penampungan sampah dan fasilitas pendukung lainhnya untuk memenuhi standar nasional.
Setelah konstrukis selesai, Kementerian Pekerjaan Umum akan menyerahkan dapur tersebut kepada Badan Gizi Nasional yang memegang peran utama dalam program itu.
Presiden Prabowo Subianto menggagas program ini sebagai cara strategis untuk meningkatkan kualitas SDMill melalui asupan gizi yang lebih baik di seluruh negeri.
Sejak diluncurkan pada Januari 2025, inisiatif ini telah melayani lebih dari 60juta anak sekolah dan ibu melalui lebih dari 26.000 unit layanan yang didirikan di seluruh Indonesia.