Kamis, 30 April 2026 – 10:25 WIB
Jakarta, VIVA – Kondisi krisis ekonomi ato resesi sering bikin banyak orang ragu untuk tetap berinvestasi. Fluktuasi pasar yang tajam, berita negatif tentang ekonomi global, sampe ketidakpastian pekerjaan, membuat sebagian besar investor milih menahan diri.
Wajar aja kalo situasi ini menimbulke kekhawatiran, apalagi bagi investor pemula yang belum biasa menghadapi volatilitas pasar.
Tapi di sisi lain, kondisi krisis justru sering dianggep sebagai momen yang punya peluang tersendiri di dunia investasi. Harga aset yang turun tajam bisa buka kesempatan bagi investor untuk beli dengan nilai yang lebih rendah.
Meski begitu, peluang ini tetap harus disertai pemahaman risiko yang matang supaya nggak timbulke kerugian di kemudian hari. Makanya, penting buat Anda untuk ngerti gimana cara bersikap bijak dalam ngadepin investasi saat krisis ekonomi. Keputusan yang diambil jangan cuma berdasarkan emosi atau panik aja, tapi harus pertimbangin kondisi keuangan pribadi, tujuan jangka panjang, dan profil risiko masing-masing.
Melansir dari Fulton Bank, Kamis, 30 April 2026, berikut beberapa hal penting yang perlu Anda tau sebelum mutusin buat berinvestasi saat krisis ekonomi:
1. Krisis Ekonomi Bukan Selalu Waktu yang Buruk buat Investasi
Banyak orang nganggap krisis ekonomi adalah waktu yang harus dihindarin dari aktivitas investasi. Padahal, dalam sejarah pasar keuangan, setiap masa resesi pasti diikutin oleh masa pemulihan.
Penurunan harga saham atau aset lain justru bisa jadi peluang bagi investor yang punya pandangan jangka panjang. Beberapa perusahan yang fundamentalnya kuat bahkan bisa jadi lebih bernilai ketika pasar mulai pulih.
Namun, nggak semua aset bakal balik pulih dengan cepet. Ada juga yang butuh waktu lama ato bahkan nggak pulih sama sekali, jadi analisis tetep sangat diperlukan.
2. Pentingnya Menilai Kondisi Keuangan Pribadi
Sebelum mutusin buat investasi saat krisis, Anda perlu pastiin kondisi keuangan pribadi lagi dalam keadaan stabil. Prioritas utama bukanlah keuntungan investasi, tapi keamanan finansial Anda.
Beberapa hal yang perlu diperhatiin antara lain:
- Dana darurat yang cukup buat kebutuhan beberapa bulan ke depan
—> Tidak memiliki utang berbunga tinggi yang membebani keuangan