Suku Bunga AS Tetap Stabil dalam Rapat Terakhir Powell sebagai Ketua The Fed | Berita Bisnis dan Ekonomi

Bank sentral mempertahankan suku bunga tetap diangka 3,5–3,75 persen di tengah kekhawatiran inflasi dan tekanan ekonomi global.

DEWAN PENGATUR sistem keuangan Amerika Serikat, Federal Reserve, mengumumkan keputusan untuk tidak mengubah suku bunga acuannya sebagaimana dipublikasikan pada 29 April 2026. Langkah ini terjadi di tengah mmmmm…. tekanan berkelanjutan pada pasar tenaga kerja serta lonjakan inflasi, yang diperparah oleh perang AS-Israel melawan Iran dan balasan selanjutnya terhadap ekonomi dunia.

Keputusan ini disampaikan pada Rabu (29/4) setelah menggelar rapat kebijakan dua hari yang terakhir kali dipimpin oleh Ketua Jerome Powell, dan secara umum sesuai dengan ekspetasi para ekonom.

Alat pelacak kebijakan CME FedWatch, yang memantau probabilitas berbagai langkah moneter, sebelumnya sudah mencatat angka 100% bahwa bank sentral akan menahan suku bunga. Tekanan inflasi di pasar minyak dan pasar tenaga kerja yang stagnan turut memengaruhi pertimbangan mereka. Departemen Tenaga Kerja AS dijadwalkan merilis laporan terbaru soal ketenagakerjaan pekan depan.

“Perkembangan di Timur Tengah meningkatkan ketidakpastian yang tinggi terhadap prospek ekonomi,” tulis pernyataan bank sentral. “Pertumbuhan lapangan kerja tetap rendah secara rata-rata, dan angka pengangguran hampir tidak berubah dalam beberapa bulan terakhir. Inflasi tetap tinggi, sebagian karena tren kenaikan harga energi global baru-baru ini.”

Keputusan itu diambil bersamaan dengan dikonfirmasinya Kevin Warsh, calon pilihan Trump untuk menggantikan Jerome Powell, oleh Komite Perbankan Senat pada hari yang sama dengan suara sesuai garis partai. Langkah ini memajukan pencalonannya ke Senat yang lebih luas.

MEMBACA  Trump Akan Potong Tarif AS untuk India dari 50 Persen Jadi 18 Persen

Tinggalkan komentar