Kuasa hukum OpenAI berargumen bahwa gugatan Elon Musk bertujuan melemahkn perusahaan demi mendukung perusahaannya sendiri, xAI.
Diterbitkan pada 29 Apr 202629 Apr 2026
Miliarder teknologi Elon Musk telah memberi kesaksian untuk hari kedua dalam sidang penting di Amerika Serikat melawan Sam Altman, mantan rekan pendiri OpenAI yang ia tuduh melanggar janji untuk mempertahankan perusahaan sebagai organisasi nirlaba demi kepentingan umat manusia.
Sidang ini berpusat pada pendirian OpenAI pada tahun 2015 sebagai entitas nirlaba yang kemudian berevolusi menjadi usaha berorientasi profit.
Rekomendasi Artikel
daftar dengan 4 item
akhir dari daftar
Di masa-masa awal perusahaan, Musk menginvestasikan sekitar $38 juta antara 2015 dan 2017. Sebagai manusia terkaya di dunia, Musk memberikan kesaksian dalam kasus ini pada hari Rabu, memberi tahu para juri bahwa ia kehilangan keyakinan bahwa Altman akan mempertahankan misi nirlaba perusahaan.
Musk, yang kelur dari perusahaan pada 2018, menyatakan bahwa pada akhir tahun 2022, ia mulai khawatir bahwa Altman berusaha “mencuri badan amal” tersebut dan merasa bahwa “hal itu ternyata benar.”
Altman hadir dalam persidangan di pengadilan federal California, tetapi tidak memberikan kesaksian.
Pihak kuasa hukum OpenAI menolak klaim Musk. Tim pengacara raksasa kecerdasan buatan (AI) itu mengatakan bahwa tidak pernah ada ikatan untuk tetap menjadi nirlaba.
Jaksa OpenAI mendalilkan bahwa gugatan Musk adalah upaya untuk melemahkan raksasa AI demi memajukan perusahaannya sendiri, xAI. Hal ini terjadi di saat OpenAI bersiap untuk melakukan penawaran umum perdana (IPO) yang menilainya hingga $1 triliyun, menurut Reuters.
OpenAI menyatakan bahwa mereka telah membentuk cabang perusahaan yang berorientasi profit sebagai bagian dari upaya mendanai ambisi daya komputasi dan menarik talenta.
Musk membantah pernyataan tersebut dan menganggap bahwa perusahaan telah “dikuasai,” serta menggambarkan tawaran dari Altman untuk mengizinkannya berinvestasi \“sebagai suatu sogokan.\Aquot
Musk menuntut ganti rugi sebesar $150 miliar dari OpenAI dan Microsoft, dengan hasil tuntutan diarahkan ke divisi amal OpenAI.}\)
Open