Perempuan Pengusaha Penggerak Vital Ekonomi RI, Ini Langkah Pertamina

Rabu, 22 April 2026 – 10:32 WIB

Jakarta, VIVA – Pertamina mendorong pengusaha perempuan dari golongan ultra mikro hingga kecil untuk naik kelas dan meningkatkan daya saing. Sebanyak 3.489 pengusaha perempuan dari seluruh Indonesia mengikuti sosialisasi Pra-Kurasi Program PFpreneur 2026 pada peringatan Hari Kartini, yang dilakukan secara daring.

Mereka adalah para wirausahawati yang telah lulus seleksi administrasi dari total 8.196 pendaftar program PFpreneur 2026. Setelah lolos seleksi dan masuk tahap Pra-Kurasi, para *womenpreneur* terpilih akan mendapat pembekalan dasar usaha. Materinya khususnya tentang peran sebagai pendiri usaha, karakteristik pelanggan, serta nilai produk atau usaha mereka.

Pra-kurasi merupakan tahap awal dari empat tahap penguatan usaha dalam program PFpreneur 2026, yaitu pra-kurasi, kurasi 1, kurasi 2, dan kurasi final. Pembelajaran di setiap tahap dilakukan secara asinkronus lewat platform e-learning PFseries, yang berisi video pembelajaran serta tugas berupa pre-test dan post-test.

Kurikulum pembelajaran program PFpreneur dirancang bertahap. Mulai dari penguatan pola pikir dan mental wirausaha, analisis pasar dan konsumen, tata kelola SDM dan keuangan, strategi pemasaran, hingga strategi penjualan dan peningkatan kapasitas digital.

Manager SMEPP PT Pertamina (Persero), Fety, menjelaskan bahwa program PFpreneur hadir sebagai bagian komitmen perusahaan untuk mengembangkan ekosistem pembinaan UMKM yang komprehensif dan terintegrasi. Program PFpreneur yang fokus pada pembinaan pengusaha wanita (*womenpreneurship*) adalah pintu gerbang level persiapan. Program ini mempersiapkan para mitra binaan sebelum naik kelas ke pembinaan level *on-boarding*, yaitu Pertamina UMK Academy, Pertamina SMEXPO, dan UMK Go Global.

“Wirausaha perempuan adalah sosok Kartini yang berperan penting dalam menggerakan ekonomi Indonesia. Untuk itu, kami punya program khusus perempuan bernama PFpreneur. Program ini memang dirancang sebagai pembinaan dasar yang akan memperkuat fondasi para *womenpreneur* sebelum nantinya kami bawa naik kelas ke pembinaan UMKM tingkat lanjut di Pertamina Grup, contohnya UMK Academy,” ujar Fety.

MEMBACA  Siap Salurkan Bantuan Beras untuk 18,27 Juta Penerima: Bulog

Diinisiasi oleh Pertamina Foundation sejak 2020, program PFpreneur telah mendampingi 6.325 UMKM perempuan dari berbagai jenis usaha. Mulai dari kuliner, fesyen, kerajinan, hingga agribisnis, untuk naik kelas menjadi wirausahawati yang tangguh, mandiri, kreatif, dan berdaya saing.

Dampak pembinaan PFpreneur dialami oleh Rifera, pemilik UMKM asal Sumatera Selatan yang menghadirkan produk *eco-fashion* seperti *handbag*, tas, dan aksesoris dari bahan kulit kayu serta serat alami. Berawal dari usaha rumahan, kini Rifera menjadi binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel dan sukses menarik perhatian di Pameran Produk Unggulan Sumatera Selatan 2026 awal April lalu.

PFpreneur juga berperan dalam perjalanan Sofyani Mirah, pendiri UMKM Bananania asal Yogyakarta. Memulai perjalanannya sebagai *champion* PFpreneur pada 2020 dengan produk olahan pisang sederhana tanpa pewarna dan pengawet, Sofyani kemudian meraih Champion Go Global UMK Academy. Ia tampil di Trade Expo Indonesia, menjalin kerja sama dengan pembeli internasional dari China dan Kanada, serta meraih Platinum Award Bina Mitra UMKM 2025.

Tinggalkan komentar