UNICEF Murka Usai Pasukan Israel Tewaskan Sopir Truk Air di Gaza

Dana Anak-Anak PBB mendesak otoritas Israel untuk menyelidiki dan ‘memastikan akuntabilitas penuh’.

Diterbitkan Pada 18 Apr 202618 Apr 2026

United Nations Children’s Fund (UNICEF) menyatakan “sangat murka” setelah Israel menewaskan dua pengemudi yang dikontraknya untuk mengantarkan air bersih kepada keluarga-keluarga di Gaza.

Dalam sebuah pernyataan, UNICEF menyatakan insiden tersebut terjadi selama pengantaran air rutin pada Jumat pagi di titik pengisian air Mansoura di Gaza Utara, yang memasok Kota Gaza. Dua orang lainnya terluka dalam serangan itu.

Artikel Rekomendasi

daftar 3 itemakhir daftar

Lembaga tersebut menyatakan telah menangguhkan aktivitas di lokasi kejadian dan menyerukan otoritas Israel untuk menyelidiki serta “memastikan akuntabilitas penuh”.

“Pekerja kemanusiaan, penyedia layanan esensial, dan infrastruktur sipil, termasuk fasilitas air yang krusial, tidak boleh menjadi target,” bunyi pernyataan itu.

UNICEF menegaskan bahwa “perlindungan bagi warga sipil dan para penyedia bantuan penyelamat nyawa merupakan kewajiban menurut hukum humaniter internasional”.

Menurut otoritas kesehatan Palestina, lebih dari 750 warga Palestina telah tewas oleh pasukan Israel sejak “gencatan senjata” yang difasilitasi AS dan Qatar di Gaza mulai berlaku pada Oktober lalu.

Lebih dari 72.000 orang telah tewas sejak Israel melancarkan perang genosida terhadap warga Palestina di Gaza pada 7 Oktober 2023, menyusul serangan yang dipimpin Hamas di Israel selatan.

Sementara itu, di Tepi Barat yang diduduki, seorang pria Palestina ditembak dan tewas oleh pasukan Israel di Khirbet Salama, sebagaimana dilaporkan kantor berita resmi Palestina, WAFA.

Muhammad Ahmad Suwaiti, 25 tahun, dinyatakan meninggal di tempat kejadian, kata WAFA.

Militer Israel menyatakan seorang pembawa pisau di permukiman ilegal Negohot tewas. Mereka tidak menyebutkan pihak yang bertanggung jawab.

MEMBACA  Israel Perluas Invasi Darat, Kirim Pasukan Tambahan ke Lebanon Selatan

Menggunakan istilah alkitabiah untuk Tepi Barat, militer Israel dalam pernyataannya mengatakan “seorang teroris yang menyusup ke komunitas Negohot di Yudea dan Samaria teridentifikasi dan dinetralisir dalam respons cepat”.

Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, pasukan dan pemukim Israel telah menewaskan lebih dari 1.060 warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki sejak perang Gaza dimulai pada Oktober 2023.

Tinggalkan komentar