PM Pakistan dan Panglima TNI Rampungkan Kunjungan Penting untuk Dorong Lebih Banyak Dialog AS-Iran

Marsekal Besar Asim Munir berangkat dari Tehran sementara Perdana Menteri Shehbaz Sharif pulang dari Turkiye di tengah harapan akan babak baru perundingan AS-Iran.

Diterbitkan Pada 18 Apr 2026

Kepala Staf Angkatan Darat dan Perdana Menteri Pakistan telah mengakhiri kunjungan diplomatik terpisah yang bertujuan memajukan upaya mengakhiri konflik Amerika Serikat-Iran, dengan Marsekal Besar Asim Munir meninggalkan Tehran dan PM Shehbaz Sharif kembali dari Turkiye.

Munir bertemu dengan pimpinan Iran dan para negosiator perdamaian selama kunjungan tiga hari ke Tehran, demikian pernyataan militer Pakistan pada Sabtu.

Rekomendasi Cerita

Kunjungan ini menunjukkan “tekad tak tergoyahkan Pakistan untuk memfasilitasi penyelesaian melalui negosiasi… serta mempromosikan perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran,” demikian pernyataan militer menjelang perundingan AS-Iran yang dijadwalkan di Islamabad dalam beberapa hari mendatang.

Munir mengadakan pembicaraan dengan presiden, menteri luar negeri, ketua parlemen, serta kepala pusat komando militer Iran.

Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi memimpin delegasi Iran ke Islamabad untuk pembicaraan perdamaian dengan AS pekan lalu, yang merupakan kontak tatap muka tingkat tertinggi antara Washington dan Tehran dalam beberapa dekade.

Perundingan itu berakhir tanpa kesepakatan, dan gencatan senjata dijadwalkan berakhir pada 22 April.

Namun diplomasi terus berlanjut, dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengunjungi Arab Saudi, Qatar, dan Turkiye untuk mendorong proses perdamaian.

Kunjungan tiga negaranya berakhir pada Sabtu, dengan Sharif dan Menteri Luar Negeri Ishaq Dar bertolak dari forum diplomasi di Antalya, menurut pernyataan dari kedua pejabat tersebut.

“Saya meninggalkan Antalya dengan kenangan indah dan komitmen yang diperbarui untuk lebih memperkuat ikatan persaudaraan abadi antara kedua negara kami, serta melanjutkan kerjasama erat kami untuk memajukan dialog dan diplomasi guna perdamaian dan stabilitas regional yang berkelanjutan,” tulis Sharif di X.

MEMBACA  Anandaya Home Resort Mulai Konstruksi Gerbang Utama dan Cluster Nala

Rangkaian diplomasi ini terjadi seiring dengan perkiraan dilanjutkannya negosiasi di Pakistan dalam hari-hari mendatang, sementara Islamabad mengintensifkan kontak dengan para pemimpin regional dan global dalam upaya menjaga momentum menuju kesepakatan AS-Iran.

Tekanan untuk sebuah kesepakatan antara kedua negara meningkat setelah Iran memberlakukan kembali pembatasan di Selat Hormuz, beberapa jam setelah pembukaan kembali menyusul dimulainya gencatan senjata di Lebanon. Tehran menuduh AS melanggar kesepakatan untuk membuka jalur air yang strategis tersebut.

Donald Trump menyatakan bahwa babak kedua perundingan dengan Iran dapat diselenggarakan di Pakistan dalam waktu dekat. *The New York Post* melaporkan Trump memuji Munir, dengan mengatakan ia “melakukan pekerjaan yang luar biasa.”

Melaporkan dari Islamabad, Kamal Hyder dari Al Jazeera menyatakan Munir telah mendarat di tanah air pada Sabtu sementara Pakistan mempersiapkan babak baru perundingan AS-Iran yang diperkirakan “dalam beberapa hari ke depan.”

“Kami juga melihat banyak pujian dari pemerintahan Trump di media sosial yang memuji kepemimpinan Pakistan. Jadi semua mata tertuju ke Islamabad. Perbedaan serius masih ada, namun terjadi hiruk-pikuk aktivitas diplomatik serta harapan dan ekspektasi bahwa suatu terobosan mungkin dapat terjadi,” ujarnya.

Tinggalkan komentar