Sabtu, 4 April 2026 – 12:40 WIB
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, jadi sorotan setelah terlihat main sepak bola di pantai Lombok bersama warga lokal usai FIFA Series 2026.
Dalam video dari akun Instagram @nusantara.ballers, Herdman terlihat santai bermain bola di pasir bersama warga tanpa ada sekat.
Tanpa baju, hanya pakai celana pendek, pelatih dari Inggris itu kelihatan sangat menikmati menggiring bola bareng pemuda-pemuda setempat.
Aksi ini langsung dapat perhatian publik. Banyak warganet puji sikap Herdman yang dianggap bawa energi positif.
"Saya suka energi nya.. menular.. dia akan menemukan banyak pemain di pelosok Indonesia.. saya Yakin..!" komentar satu warganet.
"Aura nya positif sekale," timpal yang lain.
Momen ini terjadi setelah Herdman jalani agenda padat dengan Timnas di FIFA Series 2026. Dalam dua laga, Indonesia menang 4-0 atas Saint Kitts and Nevis lalu kalah tipis 0-1 dari Bulgaria di final.
Usai turnamen, Herdman bilang akan ambil jeda sebentar untuk evaluasi performa tim secara keseluruhan. Dia akui masih terbawa emosi setelah kekalahan di final, jadi pilih tunda analisis agar bisa lebih objektif.
"Untuk perbaikan, saya akan tinjau pertandingan dalam dua minggu ke depan. Saat ini saya masih emosional karena kami sangat ingin menang," kata Herdman dalam konferensi pers.
Dia nilai evaluasi dengan kepala dingin penting untuk identifikasi kekuatan dan kelemahan tim. Dari dua pertandingan, Herdman lihat beberapa hal positif, terutama kemampuan tim beradaptasi dengan sistem berbeda dalam waktu singkat.
Tapi, dia juga akui masih ada kekurangan, terutama soal waktu persiapan yang terbatas. Menurutnya, peningkatan kualitas serangan dan penyelesaian akhir jadi fokus utama ke depan.
"Kami hanya butuh waktu. Kami sudah masuk area bagus, tapi umpan silang belum cukup tajam. Itu akan datang dengan latihan lebih banyak," ujarnya.
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman
Dia menilai evaluasi dengan kepala dingin penting untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan tim. Dari dua pertandingan yang dijalani, Herdman melihat sejumlah hal positif, terutama kemampuan tim dalam beradaptasi dengan sistem permainan berbeda dalam waktu singkat.
Namun demikian, ia juga mengakui masih ada kekurangan, terutama dalam hal waktu persiapan yang terbatas. Menurutnya, peningkatan kualitas serangan dan penyelesaian akhir menjadi fokus utama ke depan.
"Kami hanya butuh waktu. Kami sudah masuk ke area bagus, tetapi umpan silang belum cukup tajam. Itu akan datang dengan latihan lebih banyak," ujarnya.