Minggu, 29 Maret 2026 – 09:10 WIB
VIVA – Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menyatakan lebih dari 600 sekolah di seluruh Iran telah hancur atau rusak sejak Amerika Serikat dan Israel memulai aksi militer terhadap negara itu pada 28 Februari. Lebih dari 1.000 siswa dan guru dilaporkan tewas atau terluka.
Iran Peringatkan Negara Teluk: Jangan Izinkan Musuh Lancarkan Serangan dari Wilayah Anda!
Berbicara via sambungan video dalam diskusi darurat Dewan HAM PBB di Jenewa, Araghchi mencontohkan sebuah sekolah dasar di Kota Minab, Iran selatan, yang terkena serangan yang disebutnya “terencana”. Serangan itu menewaskan lebih dari 175 siswa dan guru.
Araghchi mengatakan Iran sedang “berada di tengah guncangan perang ilegal” oleh AS dan Israel, yang ia sebut sebagai perang agresi yang “secara terang-terangan tidak dapat dibenarkan dan brutal.”
Anaknya Dibully, Istri Netanyahu Serukan Stop Perundungan
Mengenai serangan ke sekolah di Minab, dia menyatakan mengingat “teknologi paling canggih serta sistem militer dan data berpresisi tinggi” yang dimiliki penyerang, “tidak ada yang dapat percaya bahwa serangan ini bukanlah tindakan yang disengaja dan direncanakan.”
Menlu Iran menegaskan penargetan sekolah tersebut adalah “kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan”. Dia menekankan insiden itu “bukan sekadar kecelakaan atau salah hitung”, melainkan tindakan yang “perlu dikecam dengan tegas” dan harus dipertanggungjawabkan.
AS Bakal Rundingkan Kesepakatan Damai dengan Iran Pekan Ini
Dia juga mengecam serangan berkelanjutan AS dan Israel terhadap target sipil, seperti rumah sakit, ambulans, tenaga kesehatan, pekerja Bulan Sabit Merah, kilang minyak, sumber air, dan perumahan. Menurutnya, tindakan ini mencerminkan pola serangan terhadap warga dan infrastruktur sipil “tanpa menghiraukan hukum perang dan prinsip dasar kemanusiaan”.
“Pola penargetan penyerang, yang disertai dengan retorika mereka, hampir tidak menyisakan keraguan mengenai niat jelas mereka untuk melakukan genosida,” ujarnya dikutip pada Minggu, 29 Maret 2026.
Araghchi mengatakan Iran tidak pernah menginginkan perang, tetapi akan membela diri dengan tegas. Dia menambahkan rakyat Iran memiliki tekad kuat untuk melawan agresi ini. Dia juga menyerukan agar pihak-pihak yang bertanggung jawab diminta pertanggungjawabannya. (Ant)
Ini Daftar Negara yang Diberi Izin Lewati Selat Hormuz, Indonesia Dapat Lampu Hijau
Kapal-kapal di kawasan yang bersiap melintasi Selat Hormuz tidak dapat melanjutkan perjalanan akibat ketegangan militer, dengan sebagian besar kapal yang tertahan.
VIVA.co.id
29 Maret 2026