WARTAKOTALIVE.COM, MENTENG – Forum Alumni Muda Universitas Bung Karno (FAM UBK) nyesali narasi yang berkembang di medsos soal demonstrasi mahasiswa yang katanya ada kepentingan politik.
Apalagi, muncul tuduhan kalo Wapres Gibran Rakabuming Raka ngasih duit Rp300 juta ke BEM UBK. Koordinator Nasional FAM UBK, Romario Simbolon bilang, tuduhan ke Wapres Gibran kudu dibarengi bukti.
“Nyebarin info yang nggak diverifikasi bisa ngerusak demokrasi dan ngelunturin martabat gerakan mahasiswa sebagai gerakan intelektual,” kata Rio, Kamis (24/6/2026).
Dia minta mahasiswa jaga gerakan mereka sebagai ruang intelektual yang independen, nggak gampang dipolitisasi, dan jangan sampe jadi objek tarik-menarik politik. Menurutnya, integritas gerakan mahasiswa bisa terjaga kalo ide atau ruang dialog publik masih dalam koridor akademik, berbasis data, dan junjung etika publik.
Ringkasan Berita: Dr. Tifa bantah ada intervensi dalam keputusan Kejaksaan yang nggak nahan dia dan Roy Suryo. Dia anggap Kejaksaan cuma jalanin wewenang sesuai aturan, dan tuduhan intervensi itu nggak bertanggung jawab. Jokowi lewat kuasa hukumnya siap jadi saksi korban di sidang dan nerawatin ijazah asli kalo diperlukan.
“Makanya, kami FAM UBK dorong semua respons publik ditempatin secara proporsional, nggak reaktif, dan jangan bikin isu yang belum jelas jadi alat politik,” terangnya.
Ini Pernyataan Sikap FAM UBK:
1. FAM UBK ngutuk keras segala fitnah, hoaks, dan disinfo terkait duit Rp300 juta ke Wapres Gibran yang tanpa bukti sah.
2. FAM UBK minta PDIP berhenti ngatur opini dan nuduh Gibran nebengi gerakan mahasiswa tanpa bukti!
3. Deskak pihak yang nuduh supaya buktiin klaim mereka lewat jalur hukum kalo punya data valid.
4. Kalo tuduhan itu nggak bisa kebuktiin, FAM UBK minta klarifikasi dan minta maaf terang-terangan buat jagain etika demokrasi.
5. Dorong semua ormawa balik ke tradisi intelektual kampus: riset, diskusi, sampai advokasi kebijakan data.
6. FAM UBK minta elit politik PDIP berhenti politisasi dan nuduh gerakan mahasiswa ditunggangi Mas Wapres Gibran tanpa dasar bukti kuat.