Jakarta (ANTARA) – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi secara resmi membuka sistem satu arah nasional di Tol Trans Jawa pada Rabu, tiga hari sebelum Idul Fitri 2025.
Sistem ini dimulai dari kilometer 70 Gerbang Tol Cikampek Utama di Jawa Barat dan membentang hingga kilometer 414 di Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah.
Peluncuran ini ditandai dengan pelepasan bendera oleh sang menteri, bersama jajaran kepolisian, operator tol Jasa Marga, dan perusahaan asuransi kecelakaan lalu lintas Jasa Raharja. Lalu lintas satu arah secara resmi dimulai pukul 13.25 WIB.
“Ini merupakan wujud kehadiran negara untuk memastikan pelayanan terbaik bagi pemudik yang pulang kampung,” ujar Purwagandhi usai acara.
Menurut dia, sistem sebenarnya sudah diterapkan sejak Selasa (17 Maret), namun baru sebagian, yaitu dari kilometer 70 hingga kilometer 263 Tol Trans Jawa.
Dia menjelaskan, diperpanjangnya durasi sistem satu arah ini disebabkan oleh meningkatnya volume arus mudik di Tol Trans Jawa yang menuju Jawa Tengah.
Selain meluncurkan sistem satu arah, Purwagandhi juga membagikan bingkisan kepada beberapa pemudik yang berada di posisi terdepan arus lalu lintas satu arah.
Arus lalu lintas satu arah, yang menggunakan lajur kanan menuju Jawa Tengah, dikawal oleh tiga kendaraan polisi. Sementara itu, petugas juga telah membersihkan lajur tersebut untuk mencegah kendaraan masuk ke arah berlawanan.
Oleh karena itu, menteri mengingatkan para pemudik untuk tetap memperhatikan arahan dan petunjuk dari petugas di lapangan.
Meski sistem satu arah berjalan tanpa hambatan, dia juga mengingatkan pengemudi untuk menjaga kontrol kecepatan kendaraan.
“Kami harap masyarakat dapat bepergian dengan aman dan lancar,” katanya.
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan memproyeksikan sekitar 143,9 juta orang akan melakukan perjalanan selama musim libur Idul Fitri 2026.
Angka ini sedikit lebih rendah dari perkiraan survei tahun lalu yang sekitar 146 juta pemudik. Proyeksi ini berdasarkan survei nasional yang dilakukan kementerian untuk menilai niat dan preferensi perjalanan masyarakat.