Milan, Italia – Sementara Kuba menghadapi pemadaman listrik dan krisis energi nasional, anggota pertama misi bantuan global yang membawa lebih dari 20 ton bahan makanan, pasokan medis, serta peralatan panel surya tiba di Havana pada hari Rabu.
Diinisiasi oleh aliansi kelompok-kelompok progresif, “Nuestra America Convoy to Cuba” (NACC) digagas sebagai bentuk dukungan kemanusiaan bagi negara kepulauan tersebut sekaligus protes terhadap blokade minyak total Amerika Serikat yang diberlakukan pada Kuba.
Rekomendasi Cerita
Konvoi ini melibatkan perwakilan dari partai-partai politik sayap kiri Eropa, serikat pekerja, dan kelompok advokasi, yang berangkat dari Milan pada hari Selasa.
Sejak operasi AS pada bulan Januari untuk menggulingkan presiden Venezuela sekutu Kuba, Nicolas Maduro, Washington telah memberlakukan tekanan ekonomi maksimal pada Havana dengan blokade minyak lengkap. Hal ini mengakibatkan tidak ada pengiriman bahan bakar asing yang mencapai negara itu dalam tiga bulan terakhir.
Aktivis menyatakan bahwa eskalsasi dramatis ini, yang memperberat embargo Washington yang telah berlangsung puluhan tahun, sebagian besar diabaikan oleh sekutu tradisionalnya di seberang Atlantik.
“Uni Eropa, pemerintah Italia, maupun pemerintah Inggris seharusnya menentang dan menekan Presiden Trump untuk mencabut embargo atas Kuba ini,” ujar Mauro Trombin, salah satu delegasi yang berafiliasi dengan partai politik Italia Europa Verde (Green Europe).
Sebelum krisis saat ini, UE telah mendesak AS untuk mengakhiri embargo terhadap Kuba, dengan sebagian besar negara Eropa menolak sanksi selama Sidang Majelis Umum PBB tahun lalu.
Iain Wallace, anggota serikat pekerja Public and Commercial (PCS) asal Skotlandia dan peserta NACC, menyatakan blokade minyak tersebut “ilegal dari segala sudut pandang”.
“Saya berharap negara-negara [Eropa] akan… memperkuat hubungan dagang dan pertukaran budaya dengan Kuba,” katanya kepada Al Jazeera. “Kuba membutuhkan bahan bakar… Kami bisa membawa bantuan kemanusiaan sebanyak mungkin, tapi itu hanya menutupi gejalanya, bukan mengobati penyebabnya.”
Sementara menderita kelangkaan bahan bakar yang parah, PBB telah memperingatkan bahwa Kuba menghadapi risiko kehancuran kemanusiaan total.
Pemerintah Tiongkok, Chili, Meksiko, dan Kanada telah mengirimkan atau berjanji akan mengirimkan bantuan kemanusiaan ke pulau tersebut. Spanyol juga berjanji untuk menyalurkan bantuan.
Krisis Kuba ini terjadi di saat kekuatan-kekuatan Eropa mempertanyakan hubungan mereka dengan AS, sementara AS bersama Israel melancarkan perang terhadap Iran.
Maria Giovanna Tamborello, delegasi NACC dan anggota asosiasi Swiss-Kuba, mengatakan pemerintah Eropa setiap tahunnya “mengkutuk blokade” di Sidang Majelis Umum PBB, “namun kemudian tidak ada tindak lanjutnya.”
Jose Luis Darias Suarez, Konsul Jenderal Kuba di Milan yang menemui anggota NACC di bandara Malpensa sebelum keberangkatan mereka, menggunakan nada yang lebih rekonsiliatif.
“Saat ini hubungan kami dengan Uni Eropa dijaga oleh perjanjian dialog, yang diimplementasikan beberapa tahun lalu dan menjadi landasan untuk, terutama, hubungan kooperatif antar mitra [diplomatik] yang baik, yaitu kami, Kuba, dan Uni Eropa,” jelasnya.
Perjanjian tersebut merujuk pada Perjanjian Dialog Politik dan Kerja Sama EU-Kuba 2016 (PDCA), sebuah kerangka hukum yang dirancang untuk mempromosikan hak asasi manusia dan demokrasi Kuba serta Eropa, yang telah mengatur hubungan EU-Kuba dalam sepuluh tahun terakhir.
Akan tetapi, Parlemen Eropa baru-baru ini menyetujui amandemen pada laporan kebijakan luar negerinya yang menyerukan penangguhan PDCA karena tuduhan memburuknya catatan hak asasi manusia Kuba.
Amandemen tersebut diajukan oleh kelompok sayap kanan European Conservatives and Reformists Group (ECR).
Menangguhkan PDCA berpotensi menghentikan aliran dana kemanusiaan.
Antara tahun 1993 dan 2020, UE telah memberikan bantuan kemanusiaan sebesar 94 juta euro kepada Kuba dan mengalokasikan tambahan 125 juta euro untuk kerja sama dengan Kuba pada periode 2021-2027.
Menurut Komisi Eropa, dana-dana tersebut dirancang untuk mendorong sektor privat Kuba dan membantu transisi energi terbarukannya.