Lintasan ‘Rasa Bhayangkara Nusantara’ di Pentas Global: Dari London Sampai Jepang

Rabu, 4 Maret 2026 – 23:11 WIB

Jakarta, VIVA – Perjalanan buku ‘Rasa Bhayangkara Nusantara’ terus meninggalkan jejak penting di berbagai belahan dunia. Setelah hadir di London, diperkenalkan di forum World Economic Forum di Davos, sampai ke Washington dan Jeddah, kini buku itu resmi ada di Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia.

Kehadiran buku “Taste of Nusantara: 80 Bhayangkara Menu for Indonesia’s Free Nutritious Meals Program” di lingkungan Kedutaan Besar Jepang menandai bahwa diplomasi budaya Indonesia makin terdengar luas di kawasan Asia Timur.

Buku ini dibawa langsung oleh Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo dalam acara Buka Puasa Bersama Ikatan Sakura Indonesia (ISI) dan Charge d’Affaires ad interim Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, Rabu 4 Maret 2026.

Momentum ini menjadi bagian dari penguatan hubungan bilateral Indonesia–Jepang, khususnya dalam kerja sama reformasi kepolisian lewat Japan International Cooperation Agency (JICA). Sejak era reformasi, JICA telah mendukung peningkatan kapasitas, profesionalisme, dan penguatan pendekatan kepolisian yang berbasis masyarakat di lingkungan Polri.

Jejak Global yang Terus Meluas

Perjalanan Rasa Bhayangkara Nusantara mencerminkan konsistensi Indonesia dalam menyampaikan narasi kebijakan melalui pendekatan budaya.

  • Di London, buku ini diserahkan ke Duta Besar RI untuk Inggris sebagai simbol penguatan diplomasi kultural di Eropa.
  • Di Davos, buku tersebut hadir dalam World Economic Forum, memperkenalkan pendekatan unik Indonesia yang menggabungkan kebijakan strategis, budaya, dan program sosial dalam satu narasi.
  • Di Washington, buku ini menjadi bagian dari rangkaian diplomasi selama kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Amerika Serikat.
  • Di Jeddah, buku diserahkan kepada perwakilan RI untuk memperkuat diplomasi Indonesia di Timur Tengah.
  • Dan kini, di Kedutaan Besar Jepang, buku tersebut resmi jadi bagian dari jaringan diplomasi Indonesia di Asia Timur.

Setiap persinggahan bukan cuma seremoni, tapi perluasan pesan Indonesia ke masyarakat internasional bahwa pembangunan sumber daya manusia, ketahanan pangan, dan penguatan identitas budaya bisa berjalan bersamaan.

Buku ini ditulis bersama oleh Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo dan Dirgayuza Setiawan, Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan.

Halaman Selanjutnya

Dirgayuza menegaskan bahwa sejak awal buku ini dirancang sebagai instrumen diplomasi negara.

MEMBACA  Travis Scott Dilepaskan dari Penjara Setelah Konfrontasi di Hotel Paris

Tinggalkan komentar