Para anggota parlemen memberikan peringatan tentang penyelidikan kriminal Departemen Kehakiman terhadap Ketua Federal Reserve Jerome Powell. Ini membahayakan usaha Presiden Donald Trump untuk menunjuk pemimpin baru bank sentral.
Pada hari Minggu, Powell mengatakan bahwa DOJ memberikan surat panggilan pengadilan ke Fed, mengancam tuduhan kriminal terkait kesaksiannya di depan Senat bulan Juni lalu tentang renovasi markas besar mereka yang biayanya membengkak.
Dia bilang tuduhan ini hanya alasan saja. Dia menyatakan penyelidikan ini sebenarnya bertujuan untuk mengganggu kemampuan Fed dalam menetapkan suku bunga tanpa tekanan politik. Trump telah sering menyerang Powell selama setahun terakhir karena enggan menurunkan suku bunga, meski presiden bilang dia tidak tahu soal penyelidikan DOJ ini.
Tapi Senator Republik Thom Tillis setuju dengan penilaian Powell dan justru menunjuk kesalahan pada DOJ.
“Jika masih ada keraguan apakah penasihat dalam Pemerintahan Trump aktif mendorong untuk mengakhiri kemandirian Federal Reserve, sekarang seharusnya tidak ada lagi,” tulisnya dalam sebuah postingan di X. “Sekarang justru kemandirian dan kredibilitas Departemen Kehakiman yang dipertanyakan.”
Tillis adalah anggota Komite Perbankan Senat, yang mengawasi Fed dan akan memberikan suara untuk siapa pun yang coba ditunjuk Trump untuk bank sentral.
Masa jabatan Powell sebagai ketua berakhir pada Mei, dan Trump sudah bilang dia punya seseorang dalam pikiran untuk menggantikannya yang akan menurunkan suku bunga lebih jauh. Tapi penyelidikan DOJ terhadap Powell bisa menggagalkan proses itu.
“Saya akan menolak konfirmasi untuk semua calon di Fed—termasuk lowongan Ketua Fed yang akan datang—sampai masalah hukum ini selesai sepenuhnya,” kata Tillis.
Walau masa jabatan Powell sebagai ketua berakhir di Mei, masa jabatannya sebagai anggota dewan gubernur Fed berakhir pada 2028. Biasanya, ketika ketua Fed sebelumnya mundur, mereka juga mengundurkan diri dari dewan. Powell bisa pilih untuk tetap bertahan demi menjaga kemandirian Fed.
Senator Elizabeth Warren, seorang Demokrat yang juga di Komite Perbankan Senat, menuduh Trump berusaha memaksa Powell keluar dari dewan Fed “untuk menyelesaikan pengambilalihan bank sentral kita yang korup.”
“Dia menyalahgunakan hukum seperti calon diktator agar Fed melayaninya dan teman-teman miliardernya,” tambahnya. “Senat tidak boleh mengesahkan calon Fed mana pun dari Trump.”