Rupiah Tertekan di Tengah Proyeksi Optimistis Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi RI 2026 Ditargetkan 6%

Kamis, 8 Januari 2026 – 09:56 WIB

Jakarta, VIVA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif, namun diperkirakan ditutup melemah pada perdagangan hari ini.

Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, kurs rupiah terhadap dolar AS berada di level Rp 16.785 per Rabu, 7 Januari 2026. Posisi ini melemah 23 poin dari hari sebelumnya.

Sementara itu, perdagangan di pasar spot pada Kamis pagi hingga pukul 09.03 WIB, rupiah ditransaksikan di Rp 16.792 per dolar AS. Ini berarti melemah 12 poin dari posisi sebelumnya.

Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan lembaga-lembaga internasional seperti IMF dan Bank Dunia serta BI memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 sekitar 5 persen.

Namun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimis pertumbuhan bisa capai 6 persen. Menurutnya, angka ini bisa tercapai karena pemerintah sudah menyiapkan beberapa strategi.

Salah satu strateginya adalah akselerasi anggaran, yaitu penggelontoran belanja fiskal di awal tahun yang disinkronkan dengan kebijakan moneter BI. Selain itu, iklim usaha yang membaik diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan investor, termasuk investor asing.

Purbaya optimistis dengan penanganan yang konsisten, investasi yang masuk ke Indonesia akan semakin membaik. Pemerintah berkomitmen mengevaluasi peraturan-peraturan yang menghambat iklim investasi.

“Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 16.780 – Rp 16.810,” ujarnya.

Di sisi lain, Gubernur The Fed Stephen Miran menyatakan aktivitas bisnis AS tetap solid, namun hal itu membenarkan perlunya suku bunga yang lebih rendah. Sementara Presiden The Fed Richmond Thomas Barkin berpendapat suku bunga dana Fed sudah dalam level netral.

Kontrak berjangka dana Fed masih memperkirakan sekitar 82 persen kemungkinan suku bunga akan tetap stabil pada pertemuan bank sentral AS berikutnya tanggal 27-28 Januari 2026.

MEMBACA  Ahmad Luthfi Gagal Maju Sebagai Calon Gubernur Jika Menjadi Irjen Kemendag