Satu-satunya yang Selamat dari Tragedi Jatuhnya Pesawat India yang Tewaskan 241 Orang

Sebuah pesawat komersial Air India yang membawa lebih dari 200 penumpang dalam penerbangan menuju London jatuh beberapa menit setelah lepas landas pada Kamis pagi dari negara bagian Gujarat, India.

Pesawat Boeing 787-7 tersebut mengangkut 242 penumpang dan awak kabin. Air India menyatakan kemudian bahwa 69 di antaranya berkewarganegaraan India, 53 warga Inggris, tujuh orang Portugal, dan satu warga Kanada.

Semua penumpang tewas kecuali satu orang dalam kecelakaan yang terjadi di kawasan permukiman Ahmedabad, kota terbesar di Gujarat.

Satu-satunya yang selamat adalah Vishwashkumar Ramesh.

Ramesh terekam berjalan menjauh dari reruntuhan pesawat. Ia merupakan warga Inggris keturunan India.

“Tiga puluh detik setelah lepas landas, terdengar suara keras lalu pesawat jatuh. Semua terjadi begitu cepat,” kata Ramesh kepada Hindustan Times pada Kamis.

Keluarga 

Ramesh sedang mengunjungi keluarganya di India selama beberapa hari dan dalam perjalanan kembali ke Inggris, di mana ia telah tinggal selama dua dekade.

“Saat aku bangun, ada mayat di sekelilingku. Aku ketakutan. Aku berdiri dan lari. Ada pecahan pesawat di mana-mana. Seseorang menarikku dan membawaku ke ambulans lalu mengantarkanku ke rumah sakit,” cerita Ramesh kepada The Hindustan Times.

Saudara Ramesh, Nayan Kumar, mengatakan ayah mereka sempat berbicara dengan Vishwashkumar sesaat sebelum pesawat yang menuju Bandara London Gatwick di Inggris itu lepas landas.

“Ayahku meneleponnya. Vishwash bilang, ‘Oh, kita akan segera lepas landas,’” ujar Nayan dalam wawancara dengan Sky News pada Kamis.

“Dia video call dengan ayahku saat pesawat jatuh dan berkata, ‘Oh pesawatnya jatuh. Aku tidak tahu di mana saudaraku. Aku tidak lihat penumpang lain. Aku tak tahu bagaimana aku selamat—bagaimana aku keluar dari pesawat,’” tutur Nayan kepada stasiun berita tersebut.

MEMBACA  Ulasan HP Envy Move All-in-One 24: Desktop yang Bisa Anda Bawa

Dr. Dhaval Gameti, yang merawat Ramesh di Rumah Sakit Umum Ahmedabad, mengatakan kepada The Associated Press bahwa Ramesh “bingung dengan banyak luka di sekujur tubuhnya.”

“Tapi sepertinya dia sudah melewati bahaya,” kata dokter itu kepada AP.

Kursi 11A

Komisaris Polisi Ahmedabad GS Malik mengungkapkan kepada media India Asian News International bahwa Ramesh duduk di kursi 11A di baris darurat.

Mantan inspektur keselamatan Federal Aviation Administration, David Soucie, mengatakan kepada CNN bahwa kursi 11A “tepat di tempat spar sayap berada di bawahnya dan itu merupakan titik kuat saat pesawat menghantam tanah, tapi untuk bisa selamat di atasnya, itu sungguh mengejutkan.”

Hak Cipta 2025 Nexstar Media, Inc. Seluruh hak dilindungi. Materi ini tidak boleh dipublikasikan, disiarkan, ditulis ulang, atau didistribusikan kembali.

Untuk berita terbaru, cuaca, olahraga, dan video streaming, kunjungi The Hill.