Ulasan Dell XPS 16: Laptop Layar Besar yang Serba Bisa, dengan Harga Selangit yang Mencolok

Kelebihan

– Desain stylish dengan kesan solid
– Layar OLED 16 inci 3.2K yang indah
– Keseimbangan bagus antara performa dan daya tahan baterai
– Tombol fisik di deretan fungsi

Kekurangan

– Harga level RTX tanpa GPU RTX
– Lekukan di tepi dan bawah keyboard jadi sarang debu
– Port sedikit, tidak ada slot kartu Sd
– RAM dan SSD tidak bisa diupgrade

Dengan XPS 16, Dell sepertinya punya dua tujuan: mengembalikan merek XPS yang sempat dihentikan tahun lalu dan dipulihkan saat CES pada Januari, serta memposisikannya di antara laptop konten kreasi yang lebih berat, lebih mahal, namun lebih bertenaga—seperti Asus ProArt P16, Lenovo Yoga Pro 9i 16 Aura Edition, dan MacBook Pro 16 inci dari Apple—di samping model 16 inci yang lebih murah, tipis, dan ringan seperti Asus Zenbook A16 dan Acer Swift 16 AI.

Menurut saya, Dell berhasil dalam misi pertama. XPS 16 adalah laptop fantastis yang layak menyandang nama premium XPS. Seperti XPS 14 yang lebih kecil yang pernah saya ulas, laptop ini punya tampilan ramping dan kesan solid dengan bobot yang wajar, serta opsi layar OLED yang sepadan dengan harganya. Untuk misi kedua, penggunaan prosesor Intel Panther Lake memungkinkan performa keseluruhan yang kuat dalam bodi yang cukup tipis dan ringan. Tidak ada grafis diskrit, jadi kurang mumpuni untuk tugas grafis berat, tetapi menyunting konten dan bermain gim ringan masih bisa dilakukan.

Meskipun XPS 16 adalah laptop yang serba bisa dengan keseimbangan antara tenaga dan portabilitas, saya berharap harganya lebih mendekati model 16 inci lain dengan GPU terintegrasi. Konfigurasi yang saya uji harganya jauh di atas 2.000 dolar AS, yang langsung masuk wilayah harga laptop dengan RTX. Padahal itu tidak tersedia di XPS 16, bahkan sebagai opsia upgrade yang akan semakin menaikkan harga.

MEMBACA  DJI baru saja menambahkan dua fitur yang paling diminta ke drone Neo seharga $199-nya.

Redaksi ingin menginformasikan bahwa proses review untuk laptop, desktop, tablet, dan perangkat sejenis terdiri dari dua bagian, yaitu pengujian performa di Lab CNET dalam kondisi terkontrol serta penggunaan langsung oleh reviewer ahli, termasuk menilai estetika, ergonomi, dan fitur. Keputusan akhir merupakan kombinasi penilaian objektif dan subjektif.

Tinggalkan komentar