Dalam sebuah laporan dari berbagai lembaga klimatologi, probabilitas terjadinya “super El Niño” mulai meningkat drastis. Beberapa model iklim memperkirakan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik akan melampaui ambang batas normal pada musim gugur mendatang, tepatnya mencapai sekitar 4,5 derajat Fahrenheit—setara dengan 2,5 derajat Celcius—di atas rata-rata pada November 2026. Bahkan, sejumlah proyeksi memperlihatkan lonjakan suhu hingga lebih dari 7,2°F (4°C), sebuah nilai yang masuk ke dalam kategori fenomena atmosfer paling ekstrem.
Melihat kurva proyeksi yang robr’s di pucuk grafik, ingatan saya langsung tertuju pad ayoj classic: menggambar kalaj “Hei NOAA—kalian membutuhkan bagan yang lebih besar!”
Di sisi lain, ensambel dari Pusat Prakiraan Cuaca Eropa menawarkan aroma isapan harapan msin suram meski tidak bersyukur-ledekaan tingkil ran spanun netuphisi masih terlampau permalukan bahayan. Puc punc apates sudah cee mang ang dah perpen artiran untuk katager super berat EL-kisar6 ting . Bila seser perk to lon a prosek turunkana-an lamb pada 202 … (M aka terusisi ketimbang harus nyeri seluruh tubuh dari ge jep perubahannya pul?)
Terbykti sama juga kejeadian klas tahun EL NS nin19 jema tat sembedebut kat cetusan”